SuaraJawaTengah.id - Protes Pemangkasan Bonus dan Standar Target Terlalu Tinggi, Pengemudi Ojol Banyumas Raya Kompak Mogok 3 Hari
Seluruh pengemudi Gojek dan Grab di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dan sekitarnya yang tergabung dalam Ojol Banyumas Raya Kompak, mulai hari ini, Rabu (21/8/2019) menggelar aksi mogok narik alias offbid.
Juru bicara Ojol Banyumas Raya Kompak Purwono mengatakan, aksi mogok tersebut menyusul adanya kebijakan yang dirasa sudah merugikan pengemudi Gojek maupun Grab.
Kerugian bagi pengemudi Gojek, lanjut dia, karena adanya pemotongan insentif atau bonus sebesar 50 persen dari aplikator tanpa alasan yang jelas.
“Sedangkan untuk (pengemudi) Grab sendiri ada sistem target (berlian) yang terlalu tinggi. Padahal dari segi pelanggan belum terlalu banyak, jadi menyulitkan pengemudi,” kata Purwono kepada Suara.com, Rabu (21/8/2019).
Karena itu, pengemudi Grab di Banyumas menuntut sistem target diturunkan. Sedangkan pengemudi Gojek menuntut pengembalian insentif atau bonus.
“Sikap kami berupa mogok mulai hari ini sampai tiga hari ke depan. Ini sebagai bentuk protes kami, Ojol Banyumas Raya Kompak,” kata pengemudi Gojek itu.
Dia menjelaskan, Ojol Banyumas Raya Kompak berjumlah sekitar 3.500 anggota.
Kontributor : Teguh Lumbiria
Berita Terkait
-
Masih Berusia 24 Tahun, Bidan Ini Jadi Anggota DPRD Termuda di Banyumas
-
Ikut Lomba Tangkap Lele di Banyumas, Bule Belgia: Seru dan Beda
-
Pesan Tersirat di Balik Perayaan Idul Adha Muslim Aboge
-
Rambu Jalur Evakuasi di Lereng Selatan Gunung Slamet Rusak dan Hilang
-
Seru, Ada 5 Penantang Gojek dan Grab, Menhub: Harus Ikuti Aturan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Terjebak Rob Bertahun-tahun, Warga Kendal Dicarikan Tempat Tinggal Baru
-
Ribuan Peserta Ikuti Dieng Caldera Race 2026, Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp20 Miliar
-
Fenomena Bediding Mulai Terasa, BMKG Minta Warga Jateng Bersiap
-
SIG dan Semen Gresik Giatkan Penanaman Pohon di Kawasan Joglo Tani Pabrik Rembang
-
Pakar Hukum Unsoed Buka Suara Soal Penipuan Eks Pegawai Bank di Purwokerto