SuaraJawaTengah.id - Kurang lebih tujuh bulan sudah pelajar di Kabupaten Banyumas menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selama itu pula pelajar tidak pernah bertatap muka secara langsung dengan guru atau teman sekelasnya.
Hal itu yang membuat Calista Wanda siswi kelas 8 di SMP Negeri 6 Purwokerto ini merasa rindu saat harus masuk di hari pertama ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Selasa (20/10/2020).
"Rasanya kangen aja sih sama sekolah. Tadi sempat grogi, soalnya sudah lama ga ke sekolah," katanya di sela pelajaran, Selasa (20/10/2020).
Ia mengaku orang tuanya belum sepenuhnya menyetujui dengan penuh sistem PJJ karena masih new normal. Menurutnya, mereka khawatir karena virus Covid-19 belum sepenuhnya hilang.
"Belum setuju banget sih mas soalnya masih new normal seperti ini," jelasnya.
Ia merasa lebih nyaman dengan sistem seperti ini. Karena pelajaran mudah dipahami. Selain itu ia juga rindu berbagi cerita dengan temannya di sekolah.
"Teman-teman tidak ada yang berubah, masih seperti yang dulu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Purwokerto, Sri Indarsih menjelaskan ada yang berbeda setelah adanya sistem PTM dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
"Jadi dalam setiap kelas hanya ada 50 persen siswa. Selain itu juga tidak disediakan meja. Sebelumnya sudah kita siapkan seperti infrastruktur, kemudian jadwal dan assesment kesehatan orangtua serta guru. Dan juga mendata orangtua yang setuju dan tidak setuju," katanya.
Baca Juga: Kasus Konser Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Tegal Segera Disidang
Di sekolah setempat dari keseluruhan siswa berjumlah 697, menurutnya ada 10 persen orangtua yang tidak setuju dengan sistem PTM. Pihaknya juga telah membagikan segala keperluan kesehatan seperti masker dan face shield. Siswa juga diwajibkan untuk membawa bekal makanan sendiri, karena kantin tidak diperbolehkan buka.
"Itu hak orangtua tetap kami hargai dan layani. Alasannya karena Covid-19. Nah yang tidak setuju ini tetap kami layani secara daring. Tentu beban guru akan bertambah, melayani yang PTM dan juga daring ini. Tapi itu tidak apa-apa," jelasnya.
Dengan adanya protokol kesehatan, pelajar yang berangkat dijadwal secara bergantian. Hari ini hanya kelas 8 saja yang melaksanakan pembelajaran. Hal ini melihat kuota siswa yang hanya diperbolehkan 50 persen terisi.
"Satu pekan full, durasinya dari jam 7 sampai jam 11. Jadi kelasnya membengkak dua kali lipat. Biasanya hanya 7 kelas. Ini jadi 14 kelas. Untuk satu kelas sekolahnya tiap dua hari sesuai petunjuk dari kemendikbud," terangnya.
Pemkab Banyumas telah memberi rambu hijau pelaksanaan PTM di wilayahnya. Untuk ujicoba ada tiga sekolah yang nantinya akan dijadikan rujukan. SD Negeri Panembangan, Kecamatan Cilongok, SMP Negeri 6 Purwokerto dan SMA Negeri 3 Purwokerto.
Kontributor : Anang Firmansyah
Tag
Berita Terkait
-
Kabar Baik! Belajar Tatap Muka di Nias Dibolehkan Setelah 31 Desember
-
Pandemi Covid-19, Festival Lima Gunung Tetap Digelar
-
Susi Menangis, Suaminya Menangkap Maling Sepeda Malah Dipenjara
-
Bertani di Semak Belukar, Kelompok Pemuda ini Bagikan Sayur Gratis
-
Tak Boleh Antre, ini Cara Baru Pesan Tiket Bioskop di Semarang
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan