"Luar biasa banget itu dua bulan pas awal pandemi. Bingung saya karena benar-benar 0 rupiah. Setelah itu juga karena ibu dari awal sudah tidak setuju saya keluar tambah menyalahkan. Sedih banget. Tapi itu jadi motivasi saya untuk membuktikan," ungkapnya.
Untuk melancarkan usahanya, ia bergabung dengan koperasi Berkah Rindang Kinasih. Karena setelah ini targetnya adalah bisa menembus pasar ekspor. Namun masih ada sedikit syarat yang mesti dipenuhi.
"Target saya di tahun 2021 bisa mengambah pasar ekspor. Dengan dibantu dinas sama koperasi, sepertinya negara pertama yang akan saya tuju adalah Jerman. Tinggal disesuaikan rasanya. Karena kata teman, lidah orang Eropa itu suka yang tidak terlalu manis," ujarnya.
Produk buatannya terbagi menjadi tiga kemasan. Selain brownies, ia juga membuat cookies yang bahannya juga sama menggunakan tempe mendoan.
"Brownies bisa bertahan 2 minggu harganya Rp 48 ribu untuk ukuran 500 gr. Tapi kalau cookies lebih lama, bisa kuat sampai 6 bulan, yang ukuran 90 gram harganya Rp 20 ribu dan Rp 28 ribu untuk ukuran yang lebih besar," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Berkah Rindang Kinasih, Ambarsari mengapresiasi produk olahan milik Irma. Karena menurutnya produk makanan ini sangat berbeda dengan makanan lainnya.
"Unik ya, rasanya juga beda. Kami sudah delapan bulan mendampingi Mba Irma untuk memasarkan produknya. Karena anggota kami kan juga banyak yang punya produk. Jadi brownies tempe ini sudah sampai Banjarnegara, Wonosobo, dan Magelang," katanya.
Dalam satu bulan koperasinya bisa memesan brownies sedikitnya sampai 50 pcs. Itu diluar dari pesanan khusus yang biasanya datang dari sekitaran Jakarta.
"Setiap item nya itu kita pesan 50 an. Itu diluar permintaan ya. Pasti habis. Karena anggota kita saja yang turut memasarkan ada 140 jumlahnya," terangnya.
Baca Juga: Kronologi Pembubaran Aksi di Banyumas, 5 Pelajar Ditangkap Polisi
Pihaknya sudah bekerja sama dengan Irma selama delapan bulan. Ia juga mendorong pemilik brownies tempe ini segera melengkapi persyaratan agar bisa memasarkan produk ekspor hingga Eropa.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
-
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Menjadi Tiga, Mana Saja?
-
Kumpulan Berita Viral di Facebook Hari Ini
-
Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Purwokerto, Siswa: Grogi Banget
-
Lindungi Komorbid dari Covid-19, Bupati Banyumas Gunakan Minyak Kayu Putih
-
Pemkab Banyumas Bagikan Gelang Khusus Lansia yang Punya Penyakit Komorbid
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun