SuaraJawaTengah.id - Dokter menekankan pentingnya waktu bermain bagi anak dan manfaatnya untuk kesehatannya. Apa?
"Anak itu perlu aktivitas fisik, bergerak. Karena dunia anak, dunia bermain, dunia bergerak. Jadi kalau tidak bergerak muncul berbagai masalah. Jadi biarkan mereka bergerak," kata dokter Eva Devita dikutip dari IGTV dokteranakku_id, Selasa (10/11/2020).
Apalagj anak di bawah usia tiga tahun. Menurut Evi jangan heran jika melihat anak balita terus aktif bergerak. Sebab, mereka memang membutuhkannya.
"Untuk anak usia 3 tahun aktivitas fisik 180 menit per hari. Itu 3 jam. Aktivitas fisiknya bisa dengan permainan. Jadi bukan seperti olahraga. Sambil bermain saja. Jadi anak bisa bersepeda, jalan-jalan keliling taman, anak tendang bola, lempar bola, anak belajar lombat itu adalah aktivitas fisik," tuturnya.
Aktivitas fisik di luar rumah boleh saja dilakukan sambil orangtua memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan dan mengatur kegiatan apa saja yang boleh dikerjakan anak.
Menurut dokter Eva, kegiatan dibluar rumah bisa juga untuk mengatur tingkat stres anak.
"Karena tak bisa dipungkiri anak bisa stres. Kegiatan sederhana saja, mulai dari melihat aktivitas di luar rumah, berkebun itu sudah membantu hilangkan stres," ucapnya.
Namun ingat, bermain yang dimaksud dokter adalah bermain yang membuat anak sekaligus melakukan aktivitas fisik.
Sebab, Anak-anak yang terlalu lama terpapar sinar biru berisiko mengalami insomnia. Dikatakan, sinar biru yang berasal dari layar gawai hingga televisi bisa menghambat pelepasan hormon melatonin yang berfungsi merelaksasi tubuh saat tidur.
Baca Juga: Sebut Kasus Cabul Rekayasa Ortu Murid, Guru SD: Saya Berani Sumpah Alquran
"Ketika banyak tepapar sinar biru dari gawai, TV, maka pelepasan melatonin akan terhambat. Ini yang mengakibatkan anak-anak terpapar screen time dalam waktu lama akan sulit tidur," kata dokter spesialis anak dr. Eva Devita dikutip dari IGTV dokteranakku_id, Selasa (10/11/2020).
Selain menyebabkan susah tidur, terlalu lama menatap sinar biru juga berisiko mengakibatkan anak mengalami obesitas.
"Penelitian membuktikan nonton TV minimal lima jam sehari tidak ada aktivitas lain, duduk saja. Kemudian banyak ngemil, berisiko 78 persen mengalami obesitas. Akan makin besar risiko kalau anak itu memang sudah over-weight," katanya.
Anak yang sulit tidur atau kekurangan waktu tidur bisa menjadi rewel dan gelisah hingga berisiko mengganggu proses pertumbuhan. Sedangkan pada remaja, mereka lebih mungkin tidur di atas jam 12 malam yang terbukti memiliki risiko kesehatan.
"Saat tidur, hormon pertumbuhan keluar. Ketika tidur kurang otomatis pertumbuhan terganggu. Selain itu konsentrasi terganggu karena waktu istirahat berkurang," jelasnya
Secara normal, hormon melatonin akan dilepaskan tubuh saat suasana gelap, lanjut dokter Eva. Karena itu ia menyarankan anak tidur dengan suasana ruangan yang redup.
Berita Terkait
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam
-
Diancam dengan Sumpah Al-Qur'an, 24 Anak jadi korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilacap
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
TVS Indonesia Edukasi Keselamatan Jalan Raya dengan Bagikan Ratusan Helm Anak
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dukung Semangat Berbagai Generasi Muda, Semen Gresik Bersama FORSA Hadirkan Keceriaan Puluhan Siswa
-
Usai Pidato Presiden, Gubernur Ahmd Luthfi Tegaskan Satu Tujuan: Sejahterakan Rakyat
-
SMPN 1 Blora dan Dinas Pendidikan Telusuri Dugaan Perundungan Siswa Kelas IX
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Pencopotan Outsourcing Bermotif Politik
-
BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna dan Transaksi Rp4.166 Triliun