SuaraJawaTengah.id - Dekan Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) mempersilahkan jika mahasiswa Unnes Frans Josua Napitu mengajak debat akademik soal kasus yang menjeratnya.
Dosen Fakultas Hukum Unnes, Rodiyah mengatakan, jika ada ajakan untuk debat akademik ia mempersilahkan. Menurutnya, ia telah melakukan pembinaan akademik dan moral kepada Frans Josua Napitu.
"Monggo (silahkan), " jawabnya saat ditanya kesediaannya untuk debat akademik, Kamis (19/11/2020).
Saat ini, pihaknya telah konsentrasi pada reputasi dan prestasi Unnes. Selain itu, ia juga sudah memberi nasehat dan peringatan berkali-kali kepada Frans Josua Napitu tentang dugaan keterlibatannya dengan simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
"Namun dia tetap mengabaikan dan tidak mempedulikan," ujarnya.
Sampai saat ini, ia sudah mengantongi barang bukti berupa postingan Facebook Frans Josua Napitu yang mengindikasikan Frans terlibat dalam simpatisan OPM yang membahayakan NKRI.
"Kita sudah ada barang bukti berupa rekaman media sosial," imbuhnya.
Untuk itu, lanjutnya, menimbang dan memperhatikan fakta tersebut ia memutuskan untuk mengembalikan Frans Josua Napitu kepada orangtuanya.
"Hal itu sudah sesuai dengan Pasal 7 UU No 20 Tahun 2003," tandanya.
Baca Juga: Setelah Laporkan Rektor ke KPK, Mahasiswa Unnes Dihukum Diduga Terlibat OPM
Sebelumnya, Frans Josua Napitu dikembalikan kepada orangtua karena diduga menjadi simpatisan OPM. Untuk itu, Frans Josua Napitu menantang pejabat kampus untuk membuktikan tuduhan tersebut melalui debat akademik agar dapat diketahui oleh publik.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
-
Mahasiswa Unnes Diskors, 17 LBH di Indonesia Siap Bantu Frans Josua Napitu
-
Ditantang Debat Terbuka Mahasiswa Unnes, Dekan: Kami Punya Bukti
-
Dituduh Simpatisan OPM, Mahasiswa Unnes Tantang Dekan Debat Terbuka
-
Mahasiswa Unnes Ini Dituduh Terlibat OPM, Begini Isi Suratnya
-
KPK Usut Laporan Mahasiswa Frans Napitu soal Dugaan Korupsi Rektor Unnes
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Daya Saing, Tiga Tim Inovasi Semen Gresik Bertarung di APQO International Conference 2026
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia
-
Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
-
Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut
-
Gebrakan Mbah Condro! Polresta Solo Ungkap Jaringan Eksploitasi Anak, 14 Tersangka Diciduk