SuaraJawaTengah.id - Warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Magelang berjuang mempertahankan sumber mata air di kampung mereka. Aliran PDAM membuat peran sendang tak lagi penting dan perlahan dilupakan.
Dulu, jauh sebelum air dari perusahaan mengalir ke rumah-rumah, warga Dusun Dawung mengandalkan sendang Kedawung untuk bermacam kebutuhan hidup.
Pada musim kemarau, selain di sendang warga bisa mengambil air dari Kali Progo. Tapi di musim hujan, sungai biasanya banjir sehingga warga tak berani turun.
“Ada beberapa titik sumur. Tapi tidak semua warga bisa membuat sumur karena dalam dan sulit air. Satu-satunya andalan kami adalah sendang tersebut,” kata Gepeng Nugroho, warga Dusun Dawung saat dijumpai di rumahnya, Selasa (26/1/2021).
Baca Juga: Disuntik Vaksin, Bupati Rembang Abdul Hafidz: Lebih Sakit Ditampar Istri
Debit air Sedang Kedawung memang tidak sebesar mata air di sekitarnya seperti Tuk Gending misalnya. Namun terbilang stabil. Air tetap mengalir meski di musim kemarau panjang sekalipun.
Cadangan air ditangkap oleh akar pohon-pohon besar yang mengelilingi sendang. “Ada beberapa pohon yang menyerap air tanah yang kemudian menghadirkan sumber mata air. Ada beberapa pohon besar di situ,” ujar Gepeng.
Setelah PDAM masuk desa, warga tak lagi mengambil air di sendang. Dari sekian ratus kepala keluarga di Dusun Dawung, paling tinggal tersisa 3 orang yang masih memanfaatkan sendang untuk kebutuhan sehari-hari.
Gepeng khawatir Sendang Kedawung bakal dilupakan warga. Fungsinya sebagai sumber mata air mungkin saja digusur oleh kepentingan lainnya seperti tempat tinggal.
“Kami takut dengan semakin banyaknya perumahan di sekitar kami, lama-lama area itu bisa dianggap tidak ada. Padahal sendang itu adalah sejarah bagi kami.”
Baca Juga: Divaksin Pertama, Bupati Pati Haryanto: Rodok Kemeng-Kemeng Sitik
Keprihatinan itu yang kemudian menggerakkan Gepeng Nugroho untuk merancang ritual Bajong Banyu. Sebagai sarana merawat tradisi sekaligus mengajak warga melestarikan sendang Kedawung.
Berita Terkait
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Puncak Arus Mudik Terjadi Hari Ini, Polda Jateng Terapkan One Way dari Tol Kalikangkung hingga Bawen
-
6 Kuliner Khas Klaten yang Bikin Ketagihan, Mulai dari Sego Wiwit hingga Jenang Krasikan
-
3 Jalur Alternatif Mudik ke Magelang Tanpa Macet dari Semarang, Jogja dan Purwokerto
-
Kabar Gembira! Pemprov Jateng Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan pada Lebaran 2025
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara
-
Wapres Gibran Mudik, Langsung Gercep Tampung Aspirasi Warga Solo!