Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Selasa, 26 Januari 2021 | 17:24 WIB
Ramisah saat ditemui di tempat dia jualan (suara.com/Dafi Yusuf) 

SuaraJawaTengah.id - Ramisah (67) warga Kelurahan Candiroto, Kabupaten Kendal Tak hanya digugat anak kandungnya perihal tanah, dia juga pernah disumpahin menjadi babi ketika meninggal dunia. 

Sumpah tersebut dikatakan oleh Muryanah, anak sulung Ramisah yang juga menggugat Ramisah atas tanah seluas 420 m2 yang merupakan warisan suami Ramisah ketika masih hidup. 

"Tak hanya digugat atas tanah warisan suami saya ini, saya juga pernah disumpahin kalau katib jadi babi," jelasnya sambil mengingat perkataan anak sulungnya, Selasa (26/1/2021). 

Meski sering disakiti anak sulungnya, dia dengan ikhlas merawat anak dari Muryanah. Sejak umur 5 bulan, Muryanah sudah dia rawat hingga umur 25 tahun. Menurutnya, sejak dulu, Muryanah tak peduli dengan anaknya. 

Baca Juga: Geger Kasus Rasisme, Bos PSIS Minta Semua Pihak Mencontoh Sepak Bola

"Apa ibunya peduli? Tidak sama sekali," tegasnya. 

Seingatnya, perbuatan anak sulungnya itu semakin tak terkontrol ketika Muryanah menjadi TKW di Malaysia. Meski demikian, dia tak heran karena anak sukunya itu sudah banyak tingkah sedari dulu. 

"Saat dia jadi TKW itu kelakuannya semakin menjadi-jadi," imbuhnya. 

Dia mengaku mengetahui perbuatan buruk anak sulungnya dari salah satu kerabatnya yang melaporkan kelakuan anak sulungnya itu kepadanya. 

Bahkan, informasi kalau tanah yang diwariskan oleh suaminya dijual juga baru diketahui dari orang lain yang melapor kepadanya. 

Baca Juga: Merawat Sendang Kedawung Magelang, Cadangan Air untuk Kehidupan

"Saya diberitahu saya kerabat saya, mbah ndut tanah sawah iku sudah dijual ke orang ini," ungkapnya.

Load More