Budi Arista Romadhoni
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:22 WIB
Suradi, 63, warga Tandon RT 002/RW 002, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, saat duduk di dekat peti mati yang ia manfaatkan sebagai meja di ruang tamu rumahnya, Rabu (3/3/2021). [Solopos.com]

"Saya pensiun sejak 2018. Di sisa hidup saya ini, saya mencoba berusaha agar bisa berbuat baik kepada manusia. Namun, mungkin niat baik saya tidak selamanya dianggap baik oleh orang. Saya siap dipanggil oleh Allah kapan saja," ungkap dia.

Bukan hanya peti mati, dia juga telah mempersiapkan batu nisan hingga kuburan sebagai tempat jasadnya ingin dimakamkan, yakni di Pemakaman Astonoloyo Dusun Pare, Desa Pare, Selogiri.

Liang lahat yang sudah dikeruk itu kini diisi pasir kemudian di atasnya diberi batu nisan. Batu nisan diberi nama "Suradi belum meninggal."

Load More