SuaraJawaTengah.id - Ismanto (39), warga Mijen Kota Semarang rela berhenti jadi satpam untuk menanam sawo raksasa yang diberi nama Mamey Sapote.
Sampai saat ini, bibit sawo raksasa miliknya sudah banyak dipesan negara-negara Asia seperti Thailand, Malaysia dan juga India.
Baik dari segi ukuran dan cita rasa, sawo yang dimiliki Ismanto itu memang berbeda dengan sawo yang biasa ditemui di Indonesia.
Karena ukurannya lebih besar, daging sawo raksasa itu lebih tebal. Hal itu membuat sawo Ismanto menjadi primadona bagi pecinta buah-buahan.
"Paling membanggakan, negara seperti Thailand, Malaysia, dan India juga memesan bibit Mamey Sapote dari kebun saya karena dirasa lebih bagus lebih murah," jelasnya di Mijen, Kota Semarang, Senin (15/3/2021).
Untuk harga penjualan bibit berukuran kecil 60 hingga 70 centimeter itu, Ismanto mematok harga Rp1 juta, yang berukuran sedang dengan ketinggian 2 meter, dipatok Rp5 juta rupiah menyesuaikan dengan ukurunnya.
"Sesuai dengan ukuran besarnya. Bahkan ada yang harganya mencapai Rp15 juta,"imbuhnya.
Namun, para pembeli mayoritas membeli sawo yang ukurannya masih kecil dan dibesarkan di rumahnya atau dicangkok di tanaman yang lain jika mau dijual.
"Kalau pesenan kebanyakan masih yang ukuran kecil, biasanya itu penghobi yang pingin kembangkan, terus ada juga pemula yang masih coba coba," imbuhnya.
Baca Juga: Wow! Mahasiswa Udinus Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Diabetes
Sementara, untuk pembeli yang memesan sawo dengan ukuran besar atau sedang biasanya kolektor tanaman buah yang sudah paham sawo Mamey Sapote.
"Untuk buahnya sendiri Ismanto mematok harga mulai Rp3 ratus ribu per buah,"katanya.
Untuk cita rasa, sawo raksas ini lebih manis dibanding dengan sawo lokal. Selain itu, warna daging sawo yang warnanya lebih kemerah-merahan.
"Kemudian warnanya memang berbeda dari sawo lokal,"ujarnya.
Dari jualan sawo, Ismanto dapat meraup keuntungan puluhan juta setiap bulannya. Meski dia juga mengakui jika selama pandemi penjualan sawo miliknya juga terdampak.
"Kalau detailnya tak pernah dihitung ya, pokoknya sampai puluhan juta setiap bulannya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Jelang EPA U-19, Kendal Tornado FC Youth Simulasi Jadwal Kompetisi
-
Kecelakaan Maut di Blora! Truk Rem Blong Tabrak 5 Motor, Satu Orang Tewas
-
Horor di Tol Semarang-Solo! Tronton Diduga Rem Blong Hantam 2 Truk, 1 Tewas di Tempat
-
Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir