SuaraJawaTengah.id - Melonjaknya angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus, disebut Bupati Kudus Hartopo diakibatkan oleh sejumlah tradisi saat libur Lebaran kemarin.
"Kebiasaan masyarakat, biasanya sepekan setelah Idulfitri ada hari raya Ketupat. Nah ini dipakai untuk rekreasi di objek wisata," kata Hartopo saat ditemui di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (5/6/2021).
Padahal, lanjutnya, sejumlah objek wisata di Kudus baik wisata alam maupun religi sudah dibatasi hanya 30% dari kapasitas.
Bahkan tidak sedikit, destinasi wisata yang diminta tutup untuk mencegah lonjakan kasus saat itu.
Hanya saja berkenaan itu, tidak sedikit masyarakat yang nekat berwisata di daerah lain di luar Kudus.
"Objek wisata di Kudus sudah kita batasi. Bahkan ada yang kita tutup, artinya kita sudah sekat. Tetapi objek wisata di daerah lain seperti di Jepara dan Rembang kan banyak yang buka. Akhirnya pada lari ke sana kemari. Itu menjadi faktor juga untuk lonjakan ini," beber Hartopo.
Baginya, faktor utama yang menjadikan Kudus zona merah adalah adanya tradisi anjang sana (Silaturahmi) saat Lebaran.
"Utamanya lonjakan ini terjadi yang paling signifikan itu anjang sana saat hari raya Idulfitri. Mereka bertamu ke mana-mana, ketemu orang buka masker sambil ngobrol dan makan, droplet mudah menyebar," ungkapnya.
Kontributor : Fadil AM
Baca Juga: Ajak Warga Berpartisipasi, Ganjar Dukung Gerakan Kudus Dua Hari di Rumah Saja
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak
-
Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda
-
BRI Gandeng Prodia, Hadirkan Promo Medical Check-Up hingga Pemeriksaan Genomics
-
Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang Sukses Mengangkat Jajanan Tradisional
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti