Ronald Seger Prabowo
Rabu, 07 Juli 2021 | 09:43 WIB
Momen Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memborong gorengan saat sidak PPKM Darurat. [Instagram @hendrarprihadi]

SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melakukan sidak ke sejumlah angkringan di salah satu Kota Semarang. Ia ingin memastikan para pedagang mentaati aturan selama PPKM Darurat atau tidak.

Rupanya pria yang akrab disapa Hendi ini menemukan sejumlah angkringan yang masih membandel. Bahkan melayani pembeli makan di tempat.

Melalui unggahan video di akun instagram pribadinya, Selasa (06/07/2021). Dalam videonya itu, Hendi meminta pembeli membungkus makanannya dan memberitahu penjual selama PPKM Darurat hanya diperbolehkan buka sampai jam 20.00 WIB.

"Sudah jam 8 lebih, lah kok masih buka. Aturannya tidak boleh ada yang makan disini, dibungkis aja," ujar Hendi ke penjual angkringan tersebut.

Lantas pria berusia 50 tahun ini berinsiatif memborong semua makanan tersebut supaya angkringan ini segera tutup.

"Bu semua aku beli, berapa harganya bu? (Ini uangnya) bikin kolestrol," ujar Hendi.

Ternyata kedatangan Hendi ini baru disadari oleh salah satu penjual pria. Ia tak menyangka bahwa yang memborong jualannya adalah orang nomor satu di Kota Semarang.

"Pak Wali Kota loh ini" sahut penjual pria tersebut.

Mendengar penuturan penjual itu, bukannya mengaku Hendi malah memberikan candaan bahwa dirinya bukan Wali Kota Semarang.

Baca Juga: PPKM Darurat, Strategi Penting Demi Turunkan Laju Penularan

"Mbonten. Aku Anwar," jawab Hendi menimpali dengan candaan.

Usut punya usut, dalam keterangan caption yang Hendi tulis, ternyata nama Anwar memiliki kepanjangan dari Anak Warung.

Sontak saja unggahan video itu langsung ramai dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit dari mereka yang memuji aksi Hendi tersebut.

"Ini baru terbaikkkkk... Dikasih tahu dulu bukan disemprottt, disita, dihancurin,, dikira bangun usaha kayak bangun tidur apa," ujar akun @masrowi_727.

"Lha mbok gini pak, lebih manusiawi. Tapi masalah kerugian pedagang yang dibedeli aparat kemarin jgn dilupakan nggih pak. Kasian pak," sahut akun @rizal.sinyo27.

"Suwun njih pak Anwar mpun maringi contoh yang lebih persuasif tanpa ada semprot2an lagi," timpal akun @angga_17blur.

Load More