SuaraJawaTengah.id - Bupati Banjarnegara Budi Sarwono baru saja ditetapkan tersangka kasus korupsi. Pria yang memiliki nama lain Wing Chin itu kini harus mendekam di rutan KPK.
Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi soal Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang ditangkap KPK terkait kasus korupsi.
Menyadur dari Terkini.id, selain Bupati Banjarnegara, Ferdinand Hutahaean juga menyindir Bupati Probolinggo Puput Tantriana yang lebih dulu ditahan KPK lantaran melakukan tindak pidana jual beli jabatan.
Lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 4 September 2021, Ferdinand menyebut semestinya dua bupati itu ke Jakarta untuk belajar cara selamat dari melakukan korupsi.
“Mestinya Bupati Probolinggo dan Bupati Banjarnegara ambil kelas khusus di Jakarta untuk belajar cara selamat dari melakukan Korupsi,” cuit Ferdinand Hutahaean.
Menurutnya, jarak Jakarta tidak jauh dari Banjarnegara dan Probolinggo. Selain itu, kata Ferdinand, partai politik pendukung kedua bupati tersebut juga adalah pendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Semestinya, menurut Ferdinand, parpol pendukung Bupati Banjarnegara dan Bupati Probolinggo itu memberikan rekomendasi agar keduanya bisa belajar cara korupsi di Jakarta.
“Jakarta ngga jauh dari Banjarnegara dan Probolinggo, Partai pendukungnya jg mendukung Gubernur Jakarta. Mestinya bisa kasih rekomendasi khusus,” tutur Ferdinand Hutahaean.
Diketahui, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminudin ditangkap KPK atas dugaan kasus korupsi jual beli jabatan.
Baca Juga: Bupati Banjarnegara Jadi Tersangka, Asosiasi Kontraktor Sumringah Gelar Ini untuk KPK
Menurut informasi yang didapatkan, setiap calon kepala desa diduga dimintai uang oleh Bupati Probolinggo itu senilai Rp20 juta jika ingin menjabat sebagai Kades.
Sementara Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono belum lama ini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi.
Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan, Bupati Banjarnegara itu bersama orang kepercayaannya Kedy Afandi (KA) diduga melakukan tindak korupsi terkait pengadaan barang dan jasa Pemkab Banjarnegara tahun anggaran 2017-2018.
“Dengan telah dilakukannya pengumpulan berbagai informasi dan data yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada bulan Mei 2021, dengan menetapkan tersangka BS (Budhi Sarwono),” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya