SuaraJawaTengah.id - Muktamar Ke-34 NU menjadi perdebatan antar kiai atau tokoh ormar terbesar di Indonesia itu. Maju dan mundur menjadi usulan digelarnya kegiatan muktamar.
Beberapa kiai sepuh NU meminta Muktamar Ke-34 NU untuk dipercepat. Namun juga terdapat yang meminta diperpanjang.
Terbaru, pertemuan sembilan kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) pada 24 November 2021 menghasilkan rekomendasi penundaan muktamar ke-34 NU 2021 hingga Januari 2022. Hasil tersebut disampaikan ke ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Namun pada Jumat, 26 November 2021 kalangan Nahdliyin dikejutkan dengan keluarnya surat perintah Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar terkait dipercepatnya muktamar pada 17 Desember 2021. Sementara jadwal awal sendiri tercatat 23 Desember hingga 25 Desember 2021.
Menyadur dari Solopos.com, Khayatul Makki atau Gus Khayat yang merupakan Pimpinan Ponpes Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara teringat dua peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu hingga Jumat, (26/11/2021).
“Kita melihat ada dua kejadian, pertama pertemuan kiai-kiai sepuh, sembilan kiai sepuh yang dihormati para nahdliyin seluruh Indonesia. Dalam pertemuan tersebut sempat mendinginkan suasana karena ada imbauan-imbauan yang sifatnya mendamaikan, menyejukkan, dan sekaligus menegur kita semua yang terlalu hiruk pikuk dalam masalah muktamar ini,” tutur Gus Khayat, Minggu (28/11/2021).
“Tidak lupa juga Habib Lutfi menyampaikan hal yang senada yaitu kiranya semua pihak untuk menurunkan tensi, menurunkan syahwat politik di dalam muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” sambungnya.
Gus Khayat menyebut, keluarnya surat perintah Rais Aam oleh Saifullah Yusuf atau Gus Ipul itu bukan merupakan keputusan bersama PBNU.
Namun, surat itu keluar diawali kontroversi rilis media oleh Gus Ipul yang menyampaikan bahwa Michtahul Akhyar adalah pemegang otoritas dan kekuasaan penuh di NU.
Baca Juga: Pemegang Komando Tertinggi PBNU Marah, Perintahkan Muktamar NU Dipercepat
“Nah setelah disampaikan itu, beberapa saat keluarlah surat perintah dari Rais Aam sehingga siapa pun bisa menebak, siapa pun bisa melihat bahwa ini adalah bagian dari yang luar biasa dari oknum,” jelas dia.
Syahwat Politik
Atas dasar itu, Gus Khayat menyayangkan yang dilakukan oleh Gus Ipul. Jika tidak ada yang buka suara atas polemik tersebut maka artinya telah mengabaikan perpecahan yang terjadi di tubuh NU.
“Demi semata-mata syahwat politik dukung mendukung dalam muktamar,” kata Gus Khayat.
Rencana mundurnya Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang semestinya digelar 23 hingga 25 Desember 2021 di Lampung kembali ditegaskan oleh 9 kiai sepuh NU.
Sembilan kiai sepuh ini menyampaikan hasil pertemuan masyayikh para ulama NU di Jakarta, Rabu, 24 November 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Organda Kota Semarang Gelar FGD, Bus Listrik Mulai Uji Coba di Trans Semarang
-
BRI Optimalkan Dana SAL untuk Pembiayaan Produktif, Dorong Ekonomi Tumbuh Berkelanjutan
-
Dulu Banjir dan Dinding Rapuh, Kini Rumah Kuli Bangunan di Kudus Ini Nyaman Ditempati
-
Big Bad Wolf Kembali ke Semarang, Bawa Sejuta Buku untuk Bangkitkan Minat Baca Generasi Muda
-
Wali Santri Desak Ponpes Ndholo Kusumo Dibuka Kembali, Kemenag Tegaskan Izin Pondok Tetap Dicabut