Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 04 Januari 2022 | 23:06 WIB
Penyebar foto vulgar mantan kekasih, AJ (celana hijau) saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Banyumas. [ANTARA/HO-Polresta Banyumas]

SuaraJawaTengah.id - Gegara merasa diputus sepihak, soerang pria berinisial AJ (25) tega menyebar foto vulgar mantan pacarnya.

Kini, warga asal Kemranjen, Kabupaten Banyumas itu harus mempertanggung jawabakan perbuatannya usai diciduk Satreskrim Polresta Banyumas.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol M. Firman L. Hakim menjelaskan, pelaku menyebarkan foto-foto vulgar mantan kekasihnya melalui media sosial maupun dalam bentuk cetakan.

"Pelaku kami tangkap di rumahnya pada hari Senin (3/1/2022) setelah lebih dari 1 tahun menjadi buron," kata Firman didampingi Kasatreskrim Kompol Berry dikutip dari ANTARA, Selasa (4/1/2022).

Dalam hal ini, kata dia, kasus penyebaran foto-foto vulgar tersebut dilaporkan oleh korban berinisial DV (21), warga Kemranjen, Banyumas, pada tahun 2020.

Baca Juga: Risih Ditagih Hutang Rp 4 Juta, Warga Banyumas Tega Bunuh Rekan Wanitanya

Menurut dia, penyebaran foto-foto vulgar tersebut diketahui DV dari saksi bernama Ayu, Risky, dan Siti menginformasikan jika pelaku pada bulan Februari 2020 mengirimkan foto-foto telanjang dengan wajah mirip korban melalui grup WhatsApp dan Facebook.

Bahkan, pelaku juga mengirim foto-foto vulgar tersebut dalam bentuk cetakan ke rumah korban.

Atas dasar laporan tersebut, anggota Satreskrim Polresta Banyumas segera melakukan penyelidikan guna mengetahui keberadaan pelaku yang dikabarkan melarikan diri ke wilayah Jabodetabek.

"Hingga akhirnya, kami dapat menangkap pelaku yang diketahui sedang berada di rumahnya," ujar dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Kasatreskrim Kompol Berry, pelaku mengaku penyebaran foto-foto vulgar tersebut agar korban bersedia menemuinya sebelum putus secara sepihak oleh DV.

Baca Juga: Keterlaluan! Risih Ditagih Pacar Utang Rp 4 Juta, Pria Ini Setrum Kekasih Hingga Tewas

Menurut dia, foto-foto vulgar tersebut diperoleh pelaku dari korban saat mereka masih jalin hubungan sebagai pasangan kekasih.

Load More