SuaraJawaTengah.id - Bangkit di tengah Pandemi ini menjadi motivasi seluruh Pemerintah Daerah di Indonesia. Pariwisata diharapkan kembali bergairah, usai dilonggarkannya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Pemerintah Kabupaten Banyumas, menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp48 miliar pada tahun 2022.
"Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2021 karena mulai tahun 2022, pengelolaan objek wisata di Banyumas ditangani oleh BLUD (Badan Layanan Umum Daerah)," kata Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Wakhyono Ghozali dikutip dari ANTARA di Purwokerto, Banyumas, Senin (24/1/2022).
Dalam hal ini, kata dia, BLUD Pariwisata telah ditetapkan oleh Bupati Banyumas sejak bulan November 2021 namun untuk pengisian personelnya baru dilaksanakan mulai 1 Februari 2022.
Dengan demikian, lanjut dia, strategi pencapaian target PAD sektor pariwisata tersebut sepenuhnya ada di BLUD, sedangkan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas hanya berperan sebagai pembina teknis sesuai yang ditentukan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Menurut dia, BLUD Pariwisata nantinya akan mengelola seluruh objek wisata yang didanai oleh dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti Lokawisata Baturraden, Indraprana, Taman Botani, Taman Apung Mas Kumambang, dan kawan wisata terpadu di Jalan Bung Karno yang menghubungkan Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Gerilya Purwokerto.
Terkait dengan realisasi PAD sektor pariwisata tahun 2021, dia mengakui hal itu tidak mencapai target yang ditetapkan berdasarkan APBD Perubahan 2021.
"Dalam APBD Perubahan 2021, target pendapatan sektor pariwisata yang semula sebesar Rp15,6 miliar, direvisi menjadi Rp7,4 miliar. Akan tetapi hingga akhir tahun 2021, hanya terealisasi sekitar Rp5 miliar," katanya.
Wakhyono mengatakan tidak tercapainya target PAD sektor pariwisata tersebut sebagai dampak dari penutupan objek wisata dalam kurun waktu tertentu sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
Baca Juga: Dugaan Keberadaan Macan di Windunegara Banyumas Diselidiki BKSDA
Selain itu, kata dia, pembatasan jumlah pengunjung objek wisata dan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
"Semoga tahun 2022 ini, kondisi semakin membaik, sehingga BLUD bisa maksimal dalam menggarap potensi pariwisata di Banyumas. Dengan demikian, target PAD dapat tercapai," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama