SuaraJawaTengah.id - Buntut terseret kasus plagiasi, sekitar 15 orang yang tergabung dalam Forum Guru Besar UIN Walisongo mendesak Rektor Imam Taufiq mundur dari jabatannya.
Selain itu, mereka juga meminta Kementrian Agama untuk mencoret nama Imam Taufiq dari daftar nama calon rektor UIN Walisongo periode 2023-2027.
Pernyataan tegas belasan Guru Besar itu keluar setelah Imam Taufiq tersandung kasus plagiasi karya ilmiah milik Muh. Arif Royyani berjudul "Memadukan Konsep Hilal dalam Tafsir al-Qur’an dan Astronomi Modern' (Pascasarjana IAIN Walisongo, 2011).
Namun, baru-baru ini Imam Taufiq buka suara lewat kuasa hukumnya, Muhtar Hadi Wibowo. Dia mengatakan kalau kasus dugaan plagiasi yang menimpa kliennya telah selesai dan kliennya tidak terbukti melakukan plagiasi.
"Sudah clear atau bersih, selesai dan tutup buku," kata Muhtar Hadi Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/9/2023).
Dia juga berani menyebut Forum Guru Besar yang lantang menyuarakan isu plagiasi ilegal dan tidak ada dalam statuta UIN Walisongo.
Untuk itu, Muhtar meminta semua pihak untuk tidak membuat kegaduhan. Apalagi menyebarkan berita bohong. Dia juga tak segan akan membawa ke ranah hukum jika ada pihak-pihak yang terus menggoreng isu plagiasi tersebut.
"Apabila ada pihak-pihak yang mencoba menebar informasi dan menebar kegaduhan mendesak-desak klien saya untuk mengundurkan diri atau dicopot adalah tindakan pengecut yang tidak bertanggungjawab," imbuh Muhtar.
Muhtar menerangkan kalau tim verifikasi bentukan Imam Taufiq sudah sesuai Permendikbud Nomor 17 Tahun 2010 serta diisi oleh orang-orang yang kompeten yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Video Viral Curhatan Santri Mahad UIN Walisongo Sering Dikasih Makanan Basi: Kita Manusia
"Saya tegaskan laporan penelitian kolektif Imam Taufik dan karya-karya lain bebas plagiasi. Dan dugaan plagiasi pada klien saya adalah fitnah yang kejam," tegasnya.
Sebelumnya, dikonfirmasi terpisah Ketua Forum Silaturahmi Guru Besar, Abdul Hadi mengatakan kalau Senat UIN Walisongo tidak pernah diberitahu soal adanya surat intruksi dari Kemendikbud-Ristek yang isinya meminta Imam Taufiq untuk klarifikasi mengenai dugaan plagiasi sedari tahun 2019.
Untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Dia mendesak Imam Taufiq mundur dari jabatan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang seperti membentuk tim verifikasi sendiri.
Lalu Abdul Hadi juga meminta Senat membentuk tim verikasi yang independen agar permasalahan dugaan plagiasi tidak berlarut-larut dan segera menemui titik terang.
"Saya mendesak Senat untuk membentuk tim independen guna penelusuran dan kajian secara objektif terhadap dugaan plagiasi karya Imam Taufik," tukas Abdul Hadi.
Kontributor: Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
Duh! Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Kiai di Pati, Korban Capai 50 Orang
-
Hardiknas Jateng 2026: Ahmad Luthfi Genjot Peran SMK Tani Jadi Motor Ketahanan Pangan
-
Luncurkan Program Edu Pride, Saloka Apresiasi 1.000 Siswa dan Guru Berprestasi di Jawa Tengah
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
Demi Konten Berujung Maut: Selfie di Rel Jembatan Sakalibel, Remaja Brebes Tewas Disambar Kereta