SuaraJawaTengah.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa wajib mendukung Palestina dan memboikot produk-produk dari negera luar yang terindikasi mendukung zionis Israel.
Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 Tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina Dikeluarkan MUI buntut agresi Israel yang tak kunjung reda sejak tanggal 7 Oktober 2023 silam.
Akibat perang tersebut banyak anak-anak, perempuan dan warga sipil yang tak salah jadi korban. Bahkan sampai korban warga Palestina yang meninggal jumlahnya 7 kali lipat lebih besar dari korban jiwa Israel.
ulama kharismatik Buya Yahya punya pandangan yang sama. Meski Islam melarang permusuhan antar agama. Buya Yahya mengutuk agresi militer Israel terhadap Palestina.
Cara sederhana untuk memberikan dukungan terhadap Palestina yakni dengan melemahkan perekonomian Israel dan negara-negara lain yang terindikasi membantu memerangi Palestina.
"Ketika anda mengetahui bahwa hasil penjualan produk itu digunakan untuk memerangi Palestina. Maka anda harus berhenti," kata Buya Yahya dikutip kanal youtube Al Bahjah TV.
Menurut Buya Yahya ada produk-produk yang memang dibikin di Indonesia. Tapi hasilnya penjualannya untuk membantu Israel. Untuk itu dia meminta umat muslim pintar-pintar dalam memilih suatu produk ketika berbelanja.
"Misal anda sedang menghindar salah satu produk, dapat kiriman dari orang lain dan dimakan anak-anak. Itu tidak apa-apa, tapi nanti orang yang mengirim produk itu anda diingatkan," paparnya.
Daripada menyumbang ratusan juta untuk membantu Palestina. Kata Buya Yahya jauh lebih baik umat Islam menghancurkan perekonomian negara-negara yang memerangi Palestina.
Baca Juga: Blackpink Bakal Manggung Perdana di Arab Saudi, Buya Yahya Beri Respon: Nggak Pantas!
"Anda nggak usah bicara saya ingin nyumbang ratusan juta untuk Palestina. Bersihkan hati anda untuk tidak membeli produk yang terindikasi membantu memerangi Palestina. Selesaikan masalah itu dulu. Karena itu bab iman," tuturnya.
Buya Yahya beranggapan dengan memboikot produk-produk tersebut. Akan sangat berdampak besar lantaran perang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Jangan dianggap sepele, pemboikotan sebagian kalangan kaum muslimin terhadap produk-produk yang menghina Nabi Muhammad. Produknya dilarang di jual di salah satu negara, berapa kerugian yang dirasakan," tandasnya.
Dikutip Suara.com, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof Asronun Niam Sholeh menyerukan umat Islam untuk melakukan hal itu sebagai bentuk dukungan pada Palestina. Memperlemah ekonomi negara-negara yang mendukung Israel adalah salah satu cara menyelamatkan Palestina.
"Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina saat ini hukumnya wajib. Maka kita tidak boleh mendukung pihak yang memerangi Palestina, termasuk penggunaan produk yang hasilnya secara nyata menyokong tindakan pembunuhan warga Palestina," kata Niam, Jumat (10/11/2023) di Kantor MUI, Menteng Jakarta Pusat.
Kontributor : Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
BRI Cepu Siapkan Skenario Terburuk Gempa dan Longsor, Latih Karyawan Demi Layanan Tetap Prima
-
Stefan Keeltjes Masuk Nominasi Best Coach Pegadaian Championship 2025/2026
-
Korban Skandal Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati Tak Perlu Takut, Ombudsman dan LPSK Jamin Perlindungan
-
El Nino Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Antisipasi Kekeringan
-
Sayangkan Penanganan yang Lambat, Komnas HAM Dorong Kiai Cabul Ndholo Kusumo Dihukum Berat