SuaraJawaTengah.id - PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang) atau Grand Batang City Jawa Tengah memasuki masa hujan terus mempercepat pembangunan drainase temporer untuk mencegah risiko banjir di wilayah kawasan itu.
Direktur Operasi dan Teknik PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang) I Made Kartu di Batang Senin mengatakan, pembangunan drainase temporer itu bertujuan untuk mencegah terjadinya potensi limpasan air hujan yang dapat mengakibatkan kerusakan konstruksi pematangan lahan yang sedang dikerjakan.
"Pembangunan drainase temporer tersebut, terutama untuk mencegah risiko di lahan yang berdekatan dengan jalan tol dan jalur kereta api yang berdekatan dengan kawasan industri," katanya.
Menurut dia, drainase temporer tersebut nantinya akan mengalirkan air hujan ke hulu sungai mata air sebagai upaya mengurangi risiko genangan air dan memastikan kelancaran proses konstruksi.
Pembuatan sistem drainase yang efektif, katanya, menjadi salah satu hal penting dalam merancang dan melaksanakan pekerjaan pematangan lahan di sekitar kawasan industri.
"Ini tidak hanya untuk meningkatkan keamanan konstruksi namun juga untuk mencerminkan komitmen PT Kawasan Industri Terpadu Batang dalam memperhatikan dampak lingkungan," katanya.
I Made Kartu mengatakan pula bahwa mitigasi bencana tersebut akan memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran dan proses pematangan lahan di kawasan industri itu.
"Kami berkomitmen menjaga standar tertinggi dalam setiap aspek pembangunan, termasuk perlindungan dan keberlanjutan sesuai dengan apa yang telah direncanakan," katanya.
Pihaknya juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya luapan air hujan ke jalur kereta api, yaitu dengan membangun tambahan drainase pada sisi lahan yang berdekatan dengan rel kereta api.
Baca Juga: Kisah Pilu Kantor Kecamatan Genuk Semarang, Pindah ke Tempat Baru Masih Kebanjiran
"Proses pematangan lahan menjadi penanda akan dimulainya pengembangan lahan di klaster 1 fase 2 yang mencakup lahan sekitar 400 hektare," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Duh! 681 Kendaraan KDKMP Temanggung Sudah Tiba, Koperasi Belum Beroperasi