"Produknya awal itu kita buat adalah pot bunga kecil, tapi juga multifungsi jadi tempat pensil, permen, coklat, di kafe malah untuk biji kopi. Bisa untuk macam-macam lah," ujarnya.
Memperdayakan Perajin Kecil
UMKM yang dibangun Anita pun bukan hanya memberikan keuntungan diri sendiri. Melainkan beberapa orang juga merasakan pundi-pundi rupiah yang dihasilkan.
Untuk bisa membuat barang-barang limbah itu, Anita rupanya memanfaatkan para perajin kecil yang ada di sekitar rumahnya.
"Karyawan saya itu cuma 3, tapi kami juga memberi peluang juga kepada pengrajin kayu. Saling kerjasama. Ini sudah sekitar 4-5 pengrajin menjadi mitra kita. Karena semua punya spesialis kayu ya. Ada yang bisa buat kayu jati londo, tapi ternyata ada yang tidak bisa. Ya harus punya beberapa pengerajin," ujarnya.
Pemasaran hingga Ekspor
Produk-produk dari Abe Kreasi pun kini sudah merambah pasar ekspor. Bahkan melalui Rumah BUMN BRI Semarang Anita diperkenalkan dengan para eksportir dari Australia.
"Pemasaran kami ada dari online dan juga mulut ke mulut ya. Tapi produk kita ada yang sudah dijual sampai ke Australia. Namun, kalau ekspor dalam jumlah besar belum, karena persyaratannya kami belum bisa. Kami baru UMKM," ujarnya.
Anita mengungkapkan awal mendirikan UMKM sudah menjadi binaan dari BRI yaitu sekitar tahun 2020. Ia pun mengaku mendapatkan beragam fasilitas, dari pelatihan pemasaran, sampai ikut pameran gratis.
Baca Juga: Kemanangan PSIS Semarang atas Persik Kediri Bawa Laskar Mahesa Jenar Kokoh di Papan Atas
"Perannya luar buasa, ini saya sampai dapat baru aja seminggu yang lalu, 27 februari lalu. Peralatan produksi dari BRIlife," ujarnya.
"Pendampingan dari BRI yang dari awal menjadi UMKM. Saya itu awalnya tidak percaya diri, karena hanya mengolah limbah, orang menganggap remeh, maka ikut rumah bumn itu jadi mengerti meningkatkan produksi, pemasaran, ikut pameran besar," tambahnya.
Kini usaha yang didirikan Anita bisa berdampak untuk ekonomi keluarga dan para mitra. Selain itu juga berdampak pada lingkungan.
"Pastinya akan mengurangi penebangan pohon dan sampah kayu," ujarnya.
Anita mengungkapkan, menjelang perayaan lebaran dan natal serta musim nikah pasti banyak pesanan.
"Dalam setahuan ya ada 2.000 produk yang keluar. Harga paling murah gantungan kunci love semarang Rp12 ribu, paling mahal di atas Rp500 ribu biasanya Rak untuk butik," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Edukasi Finansial, Dorong Semangat Belajar
-
Didakwa Pasal Berlapis, Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq Tak Ajukan Keberatan
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau