SuaraJawaTengah.id - Ssetelah muncul aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng dan disusul oleh penyegelan kantor aplikator Grab dan Maxim pada pekan lalu yang menuntut para aplikator untuk mematuhi penyesuain tarif SK Gubernur Jateng Nomor 974.5/36 Tahun 2023, masih saja ada aplikator yang dinilai belum sepenuhnya serius dengan penerapannya.
Para driver taksi online sebelumnya menuntut perusahaan aplikator Grab, dan Maxim melakukan penyesuaian tarif Rp 12.600 pada tiga kilometer pertama.
Sepekan aksi demonstrasi tersebut, Grab akhirnya mengikuti langkah Gojek untuk mematuhi SK Gubernur Jateng. Namun, Maxim hingga hari ini terpantau masih tidak patuh dengan tarif Rp12.600 pada tiga kilometer pertama. Fakta itu diungkap salah satu driver taksi online di Semarang, Mulyo Handoyo.
"Iya mas, Maxim yang masih tidak mematuhi aturan," kata Mulyo saat ditemui, Rabu (13/3/2024).
Menurut Mulyo penurunan itu telah dilakukan setelah Maxim sempat menaikan harganya sesuai dengan aturan tarif yang berlaku di hari Sabtu namun kemudian menurunkan kembali ke harga semula di hari Minggu, 10 Maret 2024.
Mulyo menyayangkan tindakan itu yang cukup berimbas kepada pemasukan dirinya dan driver taksi online lain. "Ya pasti pelanggan pilih yang paling murah. Padahal sebelumnya sudah ada aturannya," ucap dia.
Hal senada dikatakan driver lain, Slamet Widodo. "Saya juga kaget mereka kembali menurunkan tarif. Ini tidak sesuai dengan aturan dan kami minta ada tindakan tegas," jelasnya.
Pengacara Maxim Indonesia, Dwi Putratama membernarkan pihaknya belum melaksanakan SK Gubernur Jateng mengenai penyesuaian tarif.
"Kami tahu dan belum melaksanakan dengan catatan-catatan tarif kita masih kotor. Itu yang nanti kita ajukan ke pemerintah," paparnya.
Baca Juga: Terima Penghargaan Baznas RI, Pj Gubernur Jateng: Harus Lebih Memperhatikan Pengentasan Kemiskinan
Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Erry Derima Ryanto mengatakan, dari pertemuan pada Selasa 5 Maret 2024 ini, disepakat tiga poin utama.
"Pertama agar semua aplikator melaksanakan SK Gubernur Jateng. Kedua, kami mendorong hubungan komunikasi kemitraan antara aplikator dan mitra ditingkatkan, karena ini menyangkut hubungan kerja," tandas Erry.
Ketiga, lanjut Erry, semua aplikator yang berada di Jawa Tengah harus melaksanakan sesuai peraturan yang telah ditetapkan dalam SK Gubernur Jateng tersebut.
"Artinya, kesetaraan tarif ini kan sudah disesuaikan melalui SK Gubernur Jateng. Ya harus dipatuhi bersama-sama," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tingkatkan Kualitas dan Prestasi, Pj Gubernur Jateng Dampingi Presiden Jokowi Groundbreaking Paralympic Training Center
-
Polisi Buka Segel Ilegal Oknum Driver di Kantor Grab dan Maxim Semarang, Ini Kronologinya
-
Kecewa Aplikator Tidak Patuhi Peraturan Tarif Provinsi, ADO Segel Kantor Grab dan Maxim Semarang
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli