SuaraJawaTengah.id - Kelurahan Tambakrejo dan Kelurahan Kaligawe salah satu daerah yang sering jadi langganan banjir di Kota Semarang. Genangan airnya juga cukup tinggi rata-rata sekitar 50-70 centimeter.
Pantauan Suara.com di sepanjang jalan Kaligawe Raya, selain banyak masyarakat lihir-mudik mengamankan barang-barang berharga. Banyak juga anak-anak kecil hingga orang dewasa bermain air seperti sedang di waterboom.
Tak hanya itu, ada juga masyarakat yang memanfaatkan banjir di kawasan tersebut untuk mencari ikan.
Doni, warga Kelurahan Karangkidul sejak pukul 08.00 WIB pagi sudah berkeliling ke beberapa titik yang tergenang banjir untuk mencari ikan. Bahkan baru sekitar 2 jaman, dia sudah mendapat ikan sebanyak tiga kilo.
"Ini dapat ikan nila semua, nangkap ikannya pakai alat beranjang," katanya saat ditemui Suara.com, Jumat (15/3/24).
Nantinya ikan-ikan tersebut untuk dikonsumsi pribadi. Lelaki yang berprofesi sebagai pedagang bakso membeberkan alasan mencari ikan ditengah bencana banjir untuk mencari hiburan.
"Buat hiburan aja, kalau banjir gini sebenarnya banyak nggak senangnya," jelasnya.
Meski genangan banjir di Kelurahan Tambakrejo mencari 70 centimeter. Tak menyurutkan semangat Byan untuk menjajakan aneka gorengan.
Meski gerobak dagangannya setengah teredam. Lelaki berusia 40 tahun itu seolah tidak memperdulikan kondisi tersebut.
Baca Juga: Ngeri! Akibat Hujan Lebat di Semarang, Jalan di Atas Gorong-gorong Amblas hingga Kedalaman 12 Meter
Sehari sebelumnya Byan juga sudah mempersiapkan bahan baku untuk jualan. Namun karena debit air yang cukup tinggi menggagalkan niatnya untuk berjualan.
"Iya mau gimana lagi, bentar lagi lebaran. Banyak kebutuhan untuk anak-istri, zakat fitrah dan lain-lainnya," ucap Byan.
Lelaki asal Cirebon mengaku sudah berjualan di wilayah Tambakrejo selama 15 tahun. Di bulan ramadan ini jualannya selalu habis sebelum magrib.
Adanya bencana banjir ini menyulitkan dia mencari bahan baku. Bahkan dua hari terakhir harga tempe tiba-tiba melambung tinggi di pasaran.
"Harga tempe itu biasanya Rp5 ribu. Ini kok naik jadi Rp8 ribu," ujarnya.
Jualan ditengah banjir seperti ini ternyata bukan kali pertama. Alasan Byan tetap nekat berjualan ditengah banjir tak lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight