SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendukung penuh penerapan pembelian LPG 3 kg dengan menggunakan KTP. Selain itu juga akan turut melakukan pengawasan, khususnya terkait jalur distribusi, agar stok LPG 3 kg tetap terjaga, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), dan tepat sasaran.
Hal tersebut ditegaskan Muhammad Santoso, Analis Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Ia pun memastikan akan terus melakukan sosialisasi terkait ketentuan pembelian LPG 3 kg dengan menggunakan KTP.
"Tentunya selain pengawasan distribusi kita juga terus lakukan sosialisasi dan desiminasi terkait dengan ketentuan penerapan KTP untuk pembelian LPG 3 kg ini agar tepat sasaran," tegasnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (6/6/2024).
Santoso mengingatkan, hanya masyarakat miskin, usaha mikro, petani dan nelayan yang berhak mengkonsumsi LPG 3 kg sesuai dengan peraturan. Untuk itu, ia berharap masyarakat yang tidak masuk dalam 4 (empat) kriteria itu tidak menggunakan LPG 3 kg.
"Kita berharap mereka yang mampu itu bisa membeli LPG non subsidi saja. Kemudian pedagang kecil itu yang kita bantu. Sementara petani biasanya kita lihat luasan lahan pertaniannya dan nelayan biasanya kapalnya berukuran lebih kecil dari 5 gross ton," tukasnya.
Hal senada dikatakan Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto. Dalam hal ini, Pemkot Semarang mendukung penuh penerapan pembelian LPG 3 kg di pangkalan dengan menggunakan KTP, demi terwujudnya penyaluran subsidi LPG 3 kg yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
"Kita tengah berkoordinasi dengan Pertamina terkait dengan kebijakan tersebut. Dan kita juga mengimbau masyarakat bisa menyesuaikan, dimana yang mampu jangan konsumsi LPG 3 kg," katanya.
Bambang menjelaskan, Pemkot Semarang akan melakukan pendataan di tingkat kelurahan, yang akan disesuaikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dengan demikian, nantinya pengawasan terhadap pemakai LPG 3 kg akan lebih mudah dan tepat sasaran.
"Nanti kita juga akan koordinasi dengan para Lurah dan dinas sosial. Lalu kita lakukan verifikasi, sehingga nanti akan kelihatan, misal ada yang menerima di luar DTKS, maka bisa kita lihat alasannya apa. Karena ini kan data kemiskinan sifatnya dinamis ya," jelas Bambang.
Baca Juga: Catat! Ini 5 SMP Swasta Terfavorit di Semarang
Terpisah, Ketua Harian Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah, Abdun Mufid mengatakan, LPG 3 kg memang merupakan barang subsidi yang harus diawasi penyalurannya. Untuk itu, pihaknya mendukung program pembelian LPG 3 kg dengan menggunakan KTP sebagai instrumen untuk memastikan subsidi tepat sasaran.
"LPG 3 kg memang kan barang subsidi yang ditujukan bagi orang miskin, jadi harus dilakukan upaya pengendalian agar tepat sasaran," katanya.
Menurut Mufid, pembelian dengan KTP ini sudah tepat, namun juga harus dibarengi dengan 'screening' yang jelas, apakah memang mereka yang terdata ini berhak untuk membeli LPG 3 kg. Hal ini bisa dilakukan dengan sistem 'list to people' dan 'people to list'.
"Artinya, 'list' yang sudah terdaftar ini bisa dilakukan pengecekan di lapangan, dengan melibatkan aparat pemerintah di kecamatan dan kelurahan," ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, data yang telah masuk sejauh ini bisa disinkronkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik pemerintah. Ini untuk memastikan bahwa pengguna LPG 3 kg sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh pemerintah.
"Termasuk nanti juga harus diketahui, berapa maksimal yang boleh dikonsumsi dalam seminggu atau sebulan. Kalau UMKM, apakah benar penggunaannya untuk usaha atau tidak," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan