Papa Aulia Menyusul Sang Putri
Malinah mengatakan kedekatan anaknya lebih ke sang ayah. Setiap hari, almarhumah menceritakan kegiatannya hari itu kepada sang ayah sepulang dari RSUP Dr. Kariadi.
"Papanya selalu menunggu telepon dari anaknya. Ditunggu sampai pukul 1 pagi," katanya.
Karenanya, ketika sang ayah mendengar kabar putrinya meninggal bunuh diri, pembuluh darahnya pecah. Ayah dr. Aulia menjalani perawatan tiga hari di RSUP dr Mangunkusumo Jakarta. Kemudian dinyatakan meninggal dunia pada 27 Agustus 2024.
"Bantulah saya, tolong bantu saya Anak saya harusnya ke sekolah, cari ilmu tapi apa yang terjadi. Tidak hanya anak saya, tetapi juga suami saya. Tolong bantu saya cari keadilan. Ini tidak hanya satu nyawa. Harusnya suami saya masih mendampingi saya, ya Allah," ungkapnya.
Pelaku Bukan Anak Orang Sembarangan
Kuasa Hukum keluarga dr. Aulia, Misyal Achmad mengatakan bahwa pihaknya telah membuat laporan terkait kasus tewasnya Dokter Aulia Risma Lestari.
"Kami laporkan pelaku-pelaku intimidasi yang kami sendiri belum tahu secara pasti siapa orangnya. Yang jelas senior yang sedang diselidiki oleh kepolisian. Kalau sampai pembuktian benar, kaprodi juga bisa jadi tersangka, karena dia yang bertanggung jawab," katanya.
Dia pun meluruskan isu yang berkembang bahwa Kemenkes hanya menyedikan wadah dan Kemendikbudristek mengurusi proses pembelajaran.
Baca Juga: Skandal Perundungan Guncang PPDS Undip-Kariadi, DPR: Tata Kelola Harus Diperbaiki!
"Ketika sudah proses belajar mengajar, itu milik Kemendikbud, programnya Kemendikbud, semua yang membuat kemendikbud. Tapi sayangnya, kaprodi membuat mandat menyerahkan proses belajar ini kepada senior-seniornya yang tidak jelas programnya dan SOP-nya," jelasnya.
Misyal mengatakan seharusnya ada SOP yang jelas terkait jam ke kerja mahasiswa PPDS Anestesi. "Manusia punya keterbatasan kemampuan, ini kan dianggap seperti robot," tandasnya.
Diungkapkannya, saat ini ada tiga mahasiwa PPDS Anestesi yang akan melaporkan dugaan perundungan yang dialami. Namun, ketiga meminta surat jaminan dari Kemendikbudristek dan Kemenkes RI.
"Kalau perundungan delik aduannya harus masih hidup. Jadi kami berharap tiga orang ini untuk melaporkan. Mereka teman seangkatan Dokter Aulia, dua sudah mengundurkan diri dari PPDS Anestesi undip. Jadi ini sudah kriminal yang luar biasa," tuturnya.
Sementara itu, kasus tewasnya Dokter Aulia, yang sedang didalami Polda Jateng adalah terkait pemerasan. Bukti yang dibawa pihaknya adalah catatan rekening koran sejumlah Rp 225 juta yang dikirimkan Malinah kepada sang putri.
"Tidak sampai 20 hari lagi akan ada tersangka terkait pemerasan itu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Edukasi Finansial, Dorong Semangat Belajar
-
Didakwa Pasal Berlapis, Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq Tak Ajukan Keberatan
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau