SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Tengah dan sekitarnya.
Berdasarkan analisis BMKG, wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Tengah diprediksi mengalami gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter, yang masuk dalam kategori tinggi.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyatakan bahwa pola angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan antara 8-25 knot menjadi faktor utama peningkatan tinggi gelombang di kawasan tersebut.
"Kondisi angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi ini berpotensi memicu peningkatan gelombang laut, terutama di wilayah selatan Jawa Tengah," ujar Teguh dikutip dari ANTARA di Cilacap, Jumat (11/10/2024).
Perhatian Khusus untuk Nelayan dan Wisatawan Jawa Tengah
Teguh menekankan bahwa nelayan dan operator kapal di perairan selatan Jawa Tengah harus berhati-hati, terutama bagi mereka yang menggunakan perahu kecil. Dengan kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter, perahu nelayan berisiko mengalami gangguan serius.
Bahkan, kapal berukuran besar seperti kapal feri dan kapal kargo juga tidak luput dari potensi bahaya dengan kecepatan angin di atas 27 knot dan gelombang yang melebihi 4 meter.
Selain itu, para wisatawan yang berkunjung ke pantai-pantai di sepanjang pesisir selatan Jawa Tengah juga diimbau untuk tidak berenang atau melakukan aktivitas laut lainnya yang berisiko.
Meskipun gelombang di tepi pantai mungkin hanya mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, kondisi ini masih berbahaya, terutama di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan Samudra Hindia.
Fokus Pengawasan di Pantai Selatan Jawa Tengah
Pesisir selatan Jawa Tengah, khususnya di kawasan pantai-pantai seperti Pantai Parangtritis, Pantai Teluk Penyu, dan Pantai Karangbolong, menjadi perhatian utama BMKG dalam imbauan ini. Dengan aktivitas nelayan dan sektor pariwisata yang tinggi, peringatan dini ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di laut serta menjaga keselamatan pelayaran dan wisatawan.
Dengan adanya peringatan dini ini, BMKG berharap masyarakat Jawa Tengah, khususnya para pengguna jasa kelautan dan wisatawan di pantai selatan, dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga Sabtu (12/10).
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah
-
Polisi Bubarkan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah, Jubir JAI: Itu Cuma Camping Anak-Anak dan Olahraga
-
Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng