SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat pencapaian signifikan dalam tata kelola pemerintahan dengan meraih nilai tertinggi dalam Monitoring Center for Prevention (MCP) yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pada tahun 2024, nilai MCP Pemprov Jateng mencapai 95,56, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 90,80.
Penghargaan atas capaian ini diserahkan langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam acara Rapat Koordinasi Kepala Daerah di Wilayah D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, pada Rabu, 19 Maret 2025.
Apa Itu MCP dan Mengapa Penting?
Monitoring Center for Prevention (MCP) adalah sistem yang dikembangkan oleh KPK untuk memantau upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan daerah. Program ini menilai kinerja pemerintah dalam delapan area strategis, yaitu:
- Perencanaan dan penganggaran APBD.
- Pengadaan barang/jasa yang transparan.
- Pelayanan publik yang bebas pungli.
- Penguatan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
- Manajemen kepegawaian yang profesional.
- Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang akuntabel.
- Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Administrasi pengadaan barang dan jasa yang tertib.
Menurut Taj Yasin, keberhasilan ini menunjukkan bahwa komitmen integritas di lingkungan Pemprov Jateng, termasuk di tingkat kabupaten/kota, telah berjalan dengan baik.
“Kita perkuat di Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa (APBJ). Kita tidak mau bermain-main. Bupati, wali kota, gubernur itu benar-benar harus punya integritas yang tinggi,” ujarnya.
Tren peningkatan nilai MCP di Jawa Tengah dinilai sebagai hasil dari kerja keras seluruh jajaran ASN dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih. Taj Yasin pun mengapresiasi kontribusi ASN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mempertahankan integritas.
“Insya Allah ke depan kita bisa mempertahankan apa yang sudah kita capai dan bahkan meningkatkannya,” tambahnya.
Baca Juga: BRI Semarang dan PSMTI Berkolaborasi, Gelar Aksi Sosial dan Edukasi
Selain Pemprov Jateng, tiga kabupaten di Jawa Tengah juga mendapatkan apresiasi serupa dari KPK, yakni Kabupaten Sragen, Batang, dan Wonogiri. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan praktik pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah