Esok paginya, ia juga melihat pocong melompat-lompat di antara pohon pisang di jalan setapak. Sejak saat itu, sang kakak menolak menginap di kosan Sonja.
Ketika Sonja memberanikan diri menanyakan hal ini kepada ibu kos, jawabannya hanya, “Oh, itu cuma yang jaga aja.” Pernyataan ini bukannya menenangkan, malah memperkuat dugaan bahwa memang ada sesuatu yang disembunyikan.
Apalagi rumah ibu kos tergolong paling besar dan paling makmur di lingkungan itu, dengan usaha kos, laundry, kios, dan ATK.
Pada akhirnya, dari tujuh penghuni awal kosan tersebut, hanya dua yang bertahan. Lainnya, termasuk Sonja, memutuskan pindah karena tidak tahan dengan gangguan yang terus menerus terjadi.
Kamar yang dulunya ditempati Sonja kini telah diubah menjadi kios, dan pohon tempat pria menggantung diri sudah ditebang.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa tidak semua tempat tinggal murah membawa kenyamanan. Terkadang, ada harga yang tak terlihat yang harus dibayar.
Semoga penghuni kosan saat ini tidak mengalami hal-hal serupa, dan hanya kita yang menjadi saksi dari kisah kelam yang diceritakan Sonja.
Kontributor : Dinar Oktarini
Baca Juga: Semarang Diprakirakan Hujan Ringan, Warga Diimbau Waspadai Cuaca Tak Menentu
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama