SuaraJawaTengah.id - Di balik gemerlap pembangunan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang, tersimpan kisah horor yang jarang terungkap ke publik.
Subhan, seorang mantan mandor proyek, membuka tabir gelap dunia konstruksi yang penuh misteri dan tragedi.
Berbekal pengalaman pahitnya selama bertahun-tahun bekerja, Subhan mengungkap cerita horor yang membuatnya trauma dan akhirnya memutuskan untuk mundur dari dunia proyek.
Sosok Misterius di Malam Hari Peringatan dari Dunia Lain
"Trauma saya sampai sekarang masih terasa," kata Subhan dengan suara berat dan mata yang sesekali menatap kosong ke kejauhan. Awalnya, ia merasa ada yang janggal di proyek tempatnya bekerja, terutama di malam hari. Sosok seorang bapak-bapak berpakaian rapi yang selalu muncul di tempat-tempat sepi dan selalu disertai aroma bunga kantil yang menusuk hidungnya.
"Saya selalu diciuminya dengan aroma bunga kantil itu, dan bapak itu kerap memperingatkan saya, ‘Hati-hati, Mas. Di sini banyak orang yang menghalalkan segala cara. Bahkan orang tak bersalah pun bisa menjadi korban,’" ungkap Subhan.
Bagi Subhan, sosok itu bukan sekadar bayangan biasa. Penampakan pria itu hadir berulang kali, memakai kemeja, tas, dan sepatu yang selalu sama.
Ia tak bisa menjelaskan apakah itu hantu atau sosok lain yang datang untuk memperingatkan, namun pesan itu selalu membekas dalam benaknya.
Tumbal Beton Jasad yang Terperangkap Hidup-hidup
Baca Juga: 'Saya Yakin Itu Bukan Manusia' Cerita Horor Dikejar Hantu Saat Touring Bikin Merinding
Puncak dari pengalaman horor Subhan adalah penemuan jasad seorang karyawan yang dibeton hidup-hidup di salah satu sudut proyek.
"Saya ingat betul dia datang meminta tolong kepada saya. Dia bilang dia pekerja di sana, tapi anak-anaknya tidak tahu apa-apa. Kakinya patah, mulut dan tangannya diikat, lalu dia dimasukkan ke dalam beton dalam keadaan hidup," kata Subhan dengan nada getir.
Kejadian itu meninggalkan luka mendalam di hati Subhan. Ia harus membawa amanat tersebut kepada keluarga almarhum yang selama ini tak mengetahui nasib sang suami dan ayah.
"Saya merasa seperti menjadi perantara antara dunia ini dan dunia lain. Beban itu sangat berat," lanjutnya sebagaimana dikisahkan dalam YouTube Lentera Malam.
Cerita ini membuka mata bahwa di balik proyek yang megah, ada sisi gelap yang tak terlihat. Kematian dan pengorbanan yang disembunyikan di balik beton, menjadi tumbal yang mengerikan demi sebuah keuntungan dan kelangsungan proyek.
Bayangan yang Jatuh Penglihatan yang Tak Terlupakan
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Jelang EPA U-19, Kendal Tornado FC Youth Simulasi Jadwal Kompetisi
-
Kecelakaan Maut di Blora! Truk Rem Blong Tabrak 5 Motor, Satu Orang Tewas
-
Horor di Tol Semarang-Solo! Tronton Diduga Rem Blong Hantam 2 Truk, 1 Tewas di Tempat
-
Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir