SuaraJawaTengah.id - Polda Jateng mengamankan sebanyak 730 orang pelaku tindak kejahatan dari berbagai daerah.
Ratusan pelaku kejahatan itu ditangkap setempat selama 18 hari pelaksanaan Operasi Aman Candi 2025.
"Sejak pelaksanaan Operasi Aman Candi mulai 12 Mei 2025, tercatat 730 orang pelaku dari 545 kasus yang ditangani," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto melansir ANTARA, Jumat (30/5/2025).
Ia mengatakan capaian tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Jateng dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kasus pemerasan masih mendominasi dalam pelaksanaan Operasi Aman Candi yang mencapai 260 kasus. Kasus lain yang cukup banyak ditangani adalah kekerasan oleh kelompok yang mencapai 141 kasus.
Sementara jika dilihat dari wilayahnya, pengungkapan terbanyak dilakukan Polrestabes Semarang dengan 148 kasus.
Ia menuturkan Operasi Aman Candi dijadwalkan berakhir pada 31 Mei 2025. "Selanjutnya akan dilakukan analisa dan evaluasi terhadap hasil yang dicapai," tambahnya.
Artanto mengatakan tidak menutup kemungkinan operasi tersebut akan diperpanjang agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Menurut ia, kolaborasi aktif antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi Jawa Tengah yang aman dan kondusif.
Baca Juga: Mudik Senang Ala Polda Jateng: Ini Sederet Fasilitas Nyaman Pemudik di Pintu Masuk Brebes
Di sisi lain, Polresta Solo mengamankan puluhan preman selama Operasi Aman Candi 2025, yang digelar sejak 12-31 Mei 2025 secara serentak.
Kasatreskrim AKP Prastiyo Triwibowo menjelaskan, total 41 pelaku premanisme telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami telah menindak seluruh target operasi dan mengamankan sedikitnya 41 pelaku tindak premanisme," kata dia mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, Rabu (28/5/2025).
Prastiyo memaparkan, sasaran utama dalam operasi ini mencakup oknum dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), debt collector, geng motor, hingga preman.
Dengan jenis kejahatan yang ditindak antara lain pemerasan, pungutan liar, pengancaman, pengeroyokan, penyalahgunaan senjata tajam atau senjata api, hingga tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa dari delapan target operasi yang telah ditetapkan, seluruhnya berhasil diamankan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter