SuaraJawaTengah.id - Universitas Diponegoro (Undip) kian serius menyumbangkan kontribusi nyata bagi regenerasi atlet bulutangkis nasional.
Hal ini dibuktikan dengan diresmikannya Polytron Stadium, sebuah pusat olahraga bulutangkis megah bertaraf internasional yang berdiri di kawasan Tembalang, Senin 2 Mei 2025.
Gelanggang olahraga hasil kolaborasi Undip bersama Djarum Foundation, Polytron, dan iForte ini dibangun tak sekadar sebagai tempat latihan, tetapi juga diproyeksikan menjadi wadah pembibitan atlet muda dari lingkungan kampus, yang kelak mampu menorehkan prestasi di kejuaraan nasional hingga internasional.
“Gornya ini bagus, tidak sekadar untuk latihan, bisa untuk turnamen. Ya diharapkan regenerasi badminton ini terus dilakukan. Sudah terbukti, kita lihat senior-senior di sini, mau jadi seperti apa? juara dunia ada, juara olimpiade ada,” ujar legenda bulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir, yang turut hadir dalam peresmian.
Liliyana menekankan pentingnya fasilitas dalam mendukung semangat calon atlet untuk terus berlatih.
“Semoga GOR ini bisa bermanfaat. Yang sudah jadi atlet bisa tambah semangat latihan, yang calon atlet juga semakin semangat latihan. Kita sangat-sangat butuh regenerasi. Ada fasilitas, mempermudah calon atlet,” tambahnya.
Ia juga menyinggung soal tantangan besar yang tengah dihadapi bulutangkis Indonesia—termasuk penurunan prestasi dan pentingnya evaluasi jangka panjang.
“Bisa dibilang kita ada penurunan. Jadi PR besar untuk PBSI, bagaimana badminton ini mendunia lagi. Memang tidak mudah, butuh evaluasi. Saya tahu badminton enggak ada yang mau kalah, latihan sudah maksimal. Saya pernah jadi atlet, ditambah media sosial gampang ke-distract, dibully, dll.”
“Kapan nih Indonesia juara, kapan Indonesia mendominasi, pertanyaan itu selalu ada. Rombak pasangan di pemain ganda memang perlu, tapi butuh waktu. Karena perlu chemistry. Dirombak sekarang, belum tentu langsung ada hasilnya," ujarnya.
"Kalau sudah stagnan, masa ya dipasangkan terus? Mau enggak mau ya harus dirombak. Netizen pasti menuntut, rindu juara. Tapi butuh waktu. Saya rasa PBSI sudah tahu itu.”
Senada dengan Liliyana, Tontowi Ahmad, rekan duetnya saat meraih emas Olimpiade 2016, juga mengapresiasi stadion ini.
“Gornya di luar ekspektasi kami, bagus sekali. Ini bisa untuk challenge,” ujarnya singkat.
Polytron Stadium berdiri megah di atas lahan ± 11.000 m², dilengkapi lima lapangan bulutangkis berstandar internasional, tribun berkapasitas 300 penonton, toilet ramah difabel, lounge atlet, ruang merchandise, dan fasilitas pendukung lainnya.
Desainnya pun ikonik dengan hiasan shuttlecock raksasa di sisi depan, melambangkan kecepatan, ketekunan, dan dedikasi.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, menyebut kehadiran Polytron Stadium sebagai pemicu semangat juang dan mental kompetitif mahasiswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
7 Fakta Menarik Tentang Karakter Orang Banyumas Menurut Prabowo Subianto
-
Honda Mobilio vs Nissan Grand Livina: 7 Perbedaan Penting Sebelum Memilih
-
7 Mobil Listrik Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp100 Jutaan
-
7 Fakta Banjir dan Longsor Mengerikan yang Menghantam Kudus, 1 Korban Tewas!
-
Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim