Ia hanya menyatakan bahwa para camat mengikuti permintaan Alwin Basri karena menganggapnya sebagai representasi dari Wali Kota Semarang.
Sementara itu, terdakwa Martono membantah keras tuduhan bahwa ia memerintahkan pemberian uang kepada aparat penegak hukum.
"Saya tidak pernah memerintahkan untuk memberikan uang, karena itu untuk kebutuhan paguyuban," ujarnya dalam persidangan.
Kesaksian dalam persidangan ini membuka tabir mengenai cara kerja sistem informal dalam birokrasi pemerintahan daerah, khususnya peran paguyuban dalam mengatur proyek dan pembagian fee.
Relasi personal antara pejabat, baik dalam struktur formal maupun dalam jejaring informal seperti paguyuban, ternyata berperan besar dalam jalannya proses pengadaan barang dan jasa.
Kasus ini juga menyeret nama besar Mantan Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, dan suaminya Alwin Basri. Keduanya disebut memiliki andil besar dalam penunjukan langsung proyek kepada asosiasi kontraktor lokal.
Hevearita, yang akrab disapa Mbak Ita, sebelumnya dikenal sebagai figur perempuan yang berhasil meniti karier dari birokrat hingga wali kota.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang pada 2016 dan menjadi wali kota perempuan pertama di Semarang pada 2023.
Dengan reputasi sebagai pemimpin yang komunikatif dan berpihak pada rakyat, kariernya kini di ujung tanduk akibat dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi bersama sang suami.
Baca Juga: Sekdes Kaliwinasuh Banjarnegara Bebas dari Tuduhan Korupsi, Jaksa Ajukan Kasasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor