Ada indikasi bahwa korban ditembak dari belakang saat sudah jatuh, namun luka di leher menunjukkan sudut tembakan dari atas. Ini membuat tim curiga bahwa rekonstruksi kejadian belum sepenuhnya terungkap.
“Kadang tubuh menyimpan kebenaran yang tak bisa dibohongi,” ujar dr. Sumy. “Tapi ada kalanya, tubuh juga menyimpan bisikan yang hanya bisa dirasakan.”
Bagi masyarakat umum, kisah seperti ini mungkin dianggap berlebihan, namun dalam dunia forensik, para profesional seperti dr. Sumy dan dr.
Hasri tahu bahwa ruang autopsi bukan hanya tempat mengurai kematian, tapi juga tempat di mana batas antara logika dan mistis menjadi kabur. Tidak semua kejadian bisa dimasukkan ke laporan medis, namun tetap terekam dalam memori mereka yang mengalaminya.
Kisah horor di balik autopsi jenazah korban penembakan ini bukan hanya cerita seram, tapi refleksi tentang betapa kompleksnya tugas para dokter forensik.
Di balik prosedur medis yang dingin dan presisi, mereka menghadapi sisi lain dari kematian yang tak selalu bisa dijelaskan oleh sains.
Bagi Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F, DFM, pengalaman seperti ini bukan untuk ditakuti, melainkan dihayati sebagai pengingat bahwa kematian menyisakan misteri yang kadang tak terbaca oleh alat forensik, namun terasa di dada dan jiwa.
Kontributor : Dinar Oktarini
Baca Juga: Teror Wanita Berbaju Putih dan 40 Hantu di Dalam Kamar
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan
-
22 Kasus Kekerasan di Pondok Pesantren Jateng Catat 85 Korban, Pencegahan Jadi Sorotan
-
Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik
-
Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding