Namun serangan udara Belanda memaksa ia dan rekan-rekannya mundur hingga ke Gubug, Grobogan. Di sana mereka menumpang di rumah warga keturunan Tionghoa.
“Kami disuruh sembelih ayam sendiri untuk makan,” ujarnya.
Kehidupan seorang pejuang kala itu jauh dari sejahtera. Tidak ada gaji, hanya makan seadanya dari dapur umum atau uluran keluarga.
“Kalau pejuang asli Demak, kadang pulang minta uang keluarga, baru balik ke medan perang. Saya tidak bisa, rumah di Semarang sudah dibakar,” tuturnya.
Perang, Kehilangan, dan Ketabahan
Mbah Sochib juga masih ingat bagaimana tentara Jepang memperlakukan warga dengan brutal.
Gurunya, seorang kiai kampung, dibunuh dengan bayonet setelah didatangi tentara Jepang yang berpura-pura mengetuk pintu dengan sopan pada malam hari.
“Sejak itu diumumkan, kalau ada yang mengetuk pintu tengah malam jangan dibuka. Bisa jadi itu Jepang,” ujarnya.
Pengalaman pahit itu makin meneguhkan tekadnya berjuang. Meski ibunya menangis ketika ia memutuskan masuk laskar Hizbullah, Sochib tetap mantap.
Baca Juga: Balas Dendam Manis! SDN Sendangmulyo 04 Juara MilkLife Soccer Challenge Usai Bantai Lawan 6-0
“Saya bilang, temannya banyak, di sini juga diberi makan. Saya cuma minta doa ibu,” kenangnya.
Pada pertengahan 1947, ketika proses naturalisasi dilakukan, semua laskar dimasukkan ke dalam TNI.
Mereka yang buta huruf dipulangkan, sesuai arahan Presiden Soekarno bahwa tentara Indonesia harus bisa membaca dan menulis.
Sochib, yang hanya menempuh pendidikan setingkat SD, beruntung bisa bertahan.
Kini, di usia senja, ia menitipkan pesan sederhana untuk generasi muda.
“Anak-anak sekarang sudah zamannya maju. Harus belajar yang baik. Jangan terpengaruh pergaulan bebas. Supaya Indonesia bisa maju,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru
-
PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut
-
Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang