Menurutnya, dalam kondisi seperti sekarang, rakyat seharusnya mendapat bantuan, bukan malah dibebani.
"Kondisi ekonomi rakyat saat ini belum bagus maka kalau perlu disubsidi dulu bukan malah ditarik pajak tinggi. Rencana menaikkan pajak yang tidak wajar dibatalkan saja menunggu kondisi ekonomi membaik."
Di sisi lain, Adib juga menyoroti pentingnya keteladanan dari para elit. Upaya efisiensi anggaran pemerintah harus diimbangi dengan gaya hidup sederhana dari para pejabat di semua lini, mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga BUMN.
"Dengan bahasa lain hendaklah semua pejabat lebih empati dengan penderitaan rakyat," katanya.
Ia mengingatkan para pejabat untuk berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, sebab watak bangsa Indonesia adalah pejuang yang tidak akan diam melihat ketidakadilan.
Meski begitu, ia tetap menyerukan agar perjuangan menyuarakan aspirasi dilakukan dengan cara yang beradab.
"Perjuangan harus dilakukan dengan santun dan damai tidak melakukan perbuatan anarki, pembakaran dan penjarahan yang merusak fasilitas umum."
"Untuk itu sebaiknya semua pihak menahan diri dan kita tunggu kebijakan pemerintah yang pro rakyat diwujudkan oleh Presiden Prabowo," pungkasnya.
Baca Juga: Demo Anarkis Bisa Picu Tragedi 98, Akademisi UIN: Ada Oknum Sistematis di Balik Kerusuhan!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama