- Akademisi UIN Walisongo Semarang apresiasi langkah tegas Prabowo redam gejolak.
- Adip ingatkan masalah utama ada pada krisis ekonomi rakyat.
- Pemerintah didesak wujudkan janji sejahtera pro rakyat.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah kobaran api amuk massa yang melanda berbagai kota di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil langkah tegas dengan menggelar konferensi pers didampingi para ketua umum partai politik.
Pernyataan sikap pemerintah ini pun mendapat sorotan dari kalangan akademisi, salah satunya Kholidul Adib dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Secara umum, Adib mengapresiasi respons cepat dan langkah-langkah awal yang diumumkan Presiden Prabowo untuk meredam gejolak nasional.
"Hari ini Presiden Prabowo Subiyanto mengadakan konferensi pers yang didampingi para ketua umum partai politik yang secara umum terdapat beberapa poin yaitu: 1. Mencabut keanggotaan anggota DPR RI yang melakukan kekeliruan misalnya dengan melontarkan pernyataan yang melukai hati rakyat. 2. Menindak tegas aksi aksi yang melawan hukum, bahkan ada yang mengarah ke makar dan terorisme. 3. Meninjau untuk meniadakan tunjangan DPR dan kunjungan luar negeri," papar Adib merangkum poin-poin krusial pada Minggu (31/8/2025).
"Terhadap materi konferensi pers Presiden Prabowo saya sangat mengapresiasi. Semoga dapat menormalkan keadaan dan meredakan amuk massa," lanjutnya.
Namun, Adib mengingatkan bahwa langkah-langkah tersebut baru menyentuh permukaan dari gunung es kemarahan rakyat.
Menurutnya, masalah substantif yang menjadi pemicu utama gelombang protes belum tersentuh.
Ia menekankan, janji kampanye untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama.
"Namun masalah substansinya bukan cuma di situ tetapi bagaimana presiden menjamin bahwa tuntutan rakyat yang ingin hidup sejahtera itu diwujudkan sebagaimana janji-janjinya saat kampanye," tegasnya.
Baca Juga: Demo Anarkis Bisa Picu Tragedi 98, Akademisi UIN: Ada Oknum Sistematis di Balik Kerusuhan!
Persoalan mendasar bagi jutaan rakyat Indonesia saat ini adalah kesulitan ekonomi yang menghimpit.
"Bagaimana rakyat bisa mendapatkan pekerjaan dan pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai membuat kebijakan yang kontra produktif misalnya di tengah kondisi rakyat yang masih susah ekonominya tapi justru ditarik pajak tinggi," ujar Adib.
Untuk itu, ia mendesak pemerintah segera mencari solusi konkret atas krisis fiskal dan ekonomi yang sedang terjadi. Keterlibatan para ahli menjadi kunci untuk menemukan jalan keluar yang efektif dan tepat sasaran.
"Pemerintah bisa mengajak diskusi para pakar dan praktisi ekonomi untuk mencari solusi bersama, memecahkan persoalan ekonomi dan krisis fiskal negara dan hasilnya benar-benar dijalankan dengan baik untuk kepentingan rakyat banyak," sarannya.
Adib secara spesifik menyoroti kebijakan pajak yang dinilai tidak peka terhadap kondisi riil masyarakat yang terbebani oleh gelombang PHK dan pendapatan yang stagnan.
"Pada saat rakyat masih susah dan belum sejahtera akibat pendapatan masih kecil bahkan banyak yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan apalagi banyak yang kena PHK maka semestinya kenaikan pajak tidak dipaksakan," kutipnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah