- Musisi asal Belanda belajar gamelan Jawa di Semarang.
- Belajar kilat 3 jam, ia langsung bisa main 3 lagu.
- Sanggar seni terbuka untuk lestarikan budaya Jawa.
SuaraJawaTengah.id - Alunan lembut suara gamelan terdengar dari Sanggar Seni Teater Lingkar, Semarang pada Senin siang (8/9/2025). Pemandangan di sana tak biasa.
Di antara para pengrawit lokal, duduk seorang musisi asal Belanda yang dengan tekun menekan bilah-bilah saron, mencoba mengikuti irama yang diajarkan.
Kedatangannya ke Semarang merupakan bagian dari agenda seni yang padat. Sehari sebelumnya, ia baru saja tampil bersama band-nya di Festival Kota Lama Semarang.
Perjalanan berlanjut ke Solo untuk mengikuti workshop karawitan, sebelum kembali ke Semarang untuk mendalami gamelan. Ini menunjukkan keseriusannya dalam mengeksplorasi kekayaan musik Nusantara.
Dari sanggar, ia dijadwalkan berbagi pengalaman dalam workshop musik di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata. Rangkaian tur budayanya akan berlanjut ke Jakarta untuk kembali bermain musik, sebelum akhirnya pulang ke negaranya.
Sanggar yang Ramah Budaya
Kehadiran tamu dari mancanegara ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sari, pengasuh Sanggar Seni Teater Lingkar. Ia menyambut hangat siapa saja yang ingin mengenal budaya Jawa lebih dekat.
“Senang sekali bisa menjadi tuan rumah yang baik. Komunitas Teater Lingkar yang di dalamnya ada kelompok karawitan Sindhu Laras terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar gamelan, wayang kulit, atau sekadar mencoba nembang Jawa,” tutur Sari pada Rabu (10/9/2025).
Sanggar ini secara konsisten berupaya menjaga denyut budaya Jawa dengan merangkul semua kalangan. Baik pelajar lokal maupun tamu asing, semua diberi kesempatan yang sama untuk belajar, mencoba, dan merasakan langsung kekayaan warisan leluhur.
Baca Juga: Sikap Rektor UNNES Soal Misteri Kematian Iko Juliant: Tunggu Aduan Keluarga!
Belajar Kilat, Hasil Memikat
Dalam sesi belajar singkat selama tiga jam, hasilnya cukup mengejutkan. Berkat arahan pengajar yang runtut dan sistematis, musisi Belanda itu mampu memainkan tiga lagu gamelan dengan baik.
Tak hanya itu, ia dan rombongannya bahkan ikut menyanyikan tembang populer seperti “Suwe Ora Jamu” dan “Tul Jaenak” dengan irama yang nyaris sempurna.
Bob Wardhana, perwakilan Kedutaan Indonesia yang turut mendampingi, ikut larut dalam suasana. “Saya juga senang bisa belajar meskipun sebentar.
Pengajar di sini tidak hanya mengajarkan cara bermain, tetapi juga teknik dasar. Itu membuat pengalaman kami lebih berkesan,” ujarnya.
Menjaga Warisan, Menyapa Zaman
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
-
Darurat Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah: Wagub Taj Yasin Desak Perusahaan Genjot Budaya K3!
-
Jawa Tengah Siaga! BMKG Peringatkan Banjir dan Longsor Mengancam Hingga Februari 2026
-
Ini Ciri-ciri Aplikasi Penghasil Uang yang Aman dan Terpercaya
-
Avanza Kalah Telak! Inilah Mobil Seumur Hidup Pilihan Terbaik di Bawah 200 Juta