- Angkringan atau Hik berasal dari Klaten, dirintis oleh Eyang Karso sebagai tempat makan sosial malam hari.
- Warteg dari Tegal menawarkan puluhan lauk di etalase kaca, mengusung konsep kesetaraan dan harga murah.
- Nasi Rames berarti lauknya "ora mesti" atau tak selalu sama, memberikan kebebasan memilih menu rumahan.
Warteg juga mengusung filosofi kesetaraan, yang tercermin dari bangku panjang tempat semua orang dari berbagai status sosial bisa duduk makan bersama. Dengan harga terjangkau dan porsi mengenyangkan, Warteg menjadi penyelamat perut kaum urban.
3. Warung Nasi Rames: Fleksibilitas Rasa Rumahan
Nasi Rames adalah cerminan masakan rumahan Jawa Tengah dalam satu piring.[10] Namanya konon berasal dari akronim bahasa Jawa "ora mesti" yang berarti "tidak selalu sama" atau "tidak pasti".
Ini merujuk pada lauk-pauk pendamping nasi yang selalu berubah-ubah setiap harinya, tergantung pada bahan yang tersedia dan kreativitas si juru masak.
Keistimewaan nasi rames terletak pada fleksibilitasnya. Pembeli bebas memadukan aneka sayur dan lauk sesuai selera, mulai dari oseng tempe, sayur lodeh, sambal goreng, hingga telur balado.
Sensasi memilih lauk sendiri memberikan pengalaman unik, seolah sedang makan di rumah sendiri dengan pilihan hidangan yang melimpah.
4. Warung Soto: Jejak Akulturasi dalam Semangkuk Kuah
Soto merupakan salah satu kuliner berkuah paling populer yang memiliki akar sejarah akulturasi budaya Tionghoa.
Sejarawan menyebut kata "soto" berasal dari "cau do" atau "jao to" dalam dialek Hokkian, yang berarti jeroan berempah.
Baca Juga: Mengenal Jalur Tengkorak di Jawa Tengah: Deretan Cerita Mistis dan Tragedi Maut Legendaris
Hidangan ini pertama kali populer di kota-kota pesisir utara Jawa Tengah seperti Semarang, Pekalongan, dan Kudus pada abad ke-19.
Keistimewaan soto di Jawa Tengah adalah keragamannya. Ada Soto Kudus yang disajikan dalam mangkuk kecil dengan suwiran ayam dan tauge.
Ada pula Soto Semarang atau dikenal Soto Bangkong yang kuahnya bening sedikit kecoklatan karena sentuhan kecap.
Setiap daerah memiliki racikan bumbu khas yang membuat semangkuk soto menjadi representasi cita rasa lokal yang kaya.
5. Warung Bakso dan Mie Ayam: Identitas Kaum Boro Wonogiri
Jika berbicara tentang bakso dan mie ayam gerobakan, nama Wonogiri, Jawa Tengah, pasti tak bisa dilepaskan. Fenomena ini bermula dari tradisi merantau atau "boro" warganya untuk mencari kehidupan yang lebih baik di kota besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
Terkini
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK