- BRI melalui program TJSL menyalurkan 500 paket sembako bergizi di Semarang untuk pencegahan stunting.
- Penyaluran bantuan dilakukan pada Kamis (20/11/2025) melalui Yayasan Adhikarsa Wasesa Pratama di tiga kelurahan.
- Inisiatif ini bagian dari upaya BRI mendukung pemerintah menurunkan angka stunting di Kota Semarang.
SuaraJawaTengah.id - Semarang, Suara.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kali ini, BRI menyalurkan 500 paket sembako bergizi untuk pencegahan stunting di Kota Semarang.
Penyaluran ini dilakukan melalui Yayasan Adhikarsa Wasesa Pratama, dengan fokus utama di Kelurahan Muktiharjo, Genuk, dan Kaligawe.
Logistik Junior Manager BRI RO Semarang, Ratna Linawati, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRI dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.
"CSR sembako Stunting ini untuk masyarakat Kota Semarang melalui Yayasan Adhikarsa Wasesa Pratama," ujar Ratna Linawati dikutip keterangan tertulis pada Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan, "Ada Sebanyak 500 paket Disalurkan ke Kelurahan Muktiharjo, Genuk Kaligawe."
Program BRI Peduli TJSL ini secara spesifik menargetkan wilayah-wilayah yang membutuhkan asupan gizi tambahan, khususnya bagi balita dan ibu hamil, guna mencegah dan mengatasi stunting.
Nurrohmi menegaskan, "Program BRI Peduli TJSL, paket makanan bergizi pencegahan stunting di wilayah Kota Semarang melalui Yayasan Adhikarsa Wasesa Prama."
Harapannya, dengan adanya program ini, masyarakat bisa mendapatkan gizi tambahan yang memadai, sehingga angka stunting di Semarang dapat berkurang secara signifikan.
Baca Juga: BRI Peduli Permudah Akses Ekonomi di Pasar Randudongkal Pemalang
Stunting sendiri merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan anak.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, pada Februari 2025 tercatat sebanyak 2.194 balita mengalami stunting, atau sekitar 2,75 persen dari total balita.
Angka ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting masih sangat relevan dan mendesak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin