- Video dugaan mesum dari CCTV RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus viral, manajemen rumah sakit memulai pemeriksaan internal.
- Manajemen rumah sakit telah memeriksa lima saksi dan oknum pegawai terkait kejadian yang diduga tahun 2020.
- Pemeriksaan akan dilanjutkan terhadap lima saksi tambahan untuk meluruskan kronologi peristiwa yang terjadi di lokasi.
SuaraJawaTengah.id - Kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan oknum pegawai di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus kembali menjadi sorotan publik. Video mesum yang diduga direkam dari kamera CCTV di lingkungan rumah sakit tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.
Manajemen rumah sakit pun akhirnya buka suara dan mengambil langkah pemeriksaan internal.
Dikutip dari berbagai sumber di YouTube dan Instagram, berikut lima fakta terbaru yang perlu diketahui publik terkait kasus ini.
1. Video Mesum Diduga Direkam dari CCTV RSUD
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan adegan mesum antara seorang pria dan seorang perempuan. Rekaman tersebut diduga berasal dari layar yang menampilkan hasil kamera CCTV, dengan penanda tulisan “RMH Tenggah” di sudut bawah layar.
Meski demikian, pihak RSUD dr. Loekmono Hadi menegaskan belum dapat memastikan identitas dua orang dalam video tersebut benar merupakan pegawai rumah sakit. Klarifikasi dilakukan untuk menghindari kesimpangsiuran informasi dan tuduhan yang tidak berdasar.
2. Lima Orang Saksi Telah Diperiksa
Sebagai tindak lanjut atas viralnya video tersebut, manajemen RSUD telah memeriksa lima orang saksi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menggali fakta awal dan mencocokkan informasi yang beredar dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Hakam, menyampaikan bahwa pemeriksaan mencakup penanggung jawab lokasi, ruangan, serta sejumlah saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut.
Baca Juga: Ambisi Comeback PSIS Dimulai: Mampukah Mahesa Jenar Taklukkan Persiku Tanpa Ivanovic?
“Hari ini memeriksa terhadap penanggung jawab lokasi, ruangan, serta saksi-saksi yang sementara kami samarkan identitasnya agar tidak terjadi kesalahpahaman ke depan,” ujar dr. Hakam dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026) sebagaimana dikutip dari akun Instagram @berita.kudus.
3. Oknum Pegawai Diduga Ikut Diperiksa
Selain saksi-saksi, oknum pegawai yang diduga berada dalam video mesum tersebut juga termasuk dalam pihak yang diperiksa. Namun, pihak rumah sakit masih berhati-hati dalam menyampaikan hasil pemeriksaan karena proses klarifikasi masih berjalan.
Manajemen menekankan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan. Identitas pihak-pihak yang diperiksa pun disamarkan demi menjaga situasi tetap kondusif, baik di internal rumah sakit maupun di tengah masyarakat.
4. Pemeriksaan Akan Dilanjutkan ke Lima Saksi Lainnya
Tidak berhenti pada lima orang saksi awal, RSUD dr. Loekmono Hadi berencana kembali memeriksa lima orang saksi tambahan. Langkah ini dilakukan untuk meluruskan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan
-
BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob
-
Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran
-
500 Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan di Tengah Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Kepala di Semarang, Polisi Selidiki Dugaan Tawuran