- Kawasan Industri Terboyo dikeluhkan karena infrastruktur jalan buruk meskipun telah dibayar iuran pemeliharaan rutin.
- Keluhan utama meliputi jalan berlubang, berdebu, dan tergenang saat hujan, menghambat distribusi barang oleh sopir truk.
- Pemilik pabrik dan buruh menuntut transparansi pengelolaan dana iuran demi perbaikan fasilitas kawasan industri segera terlaksana.
SuaraJawaTengah.id - Kawasan industri Terboyo di Semarang kini menjadi sorotan publik karena keluhan dari berbagai pihak terkait masalah infrastruktur yang tidak terawat, meskipun ada iuran pemeliharaan kawasan yang dibayar setiap bulan.
Beberapa pihak yang terdampak langsung termasuk sopir truk, buruh, dan pemilik pabrik.
Di balik iuran pemeliharaan kawasan yang tinggi, ada sejumlah persoalan yang dikeluhkan oleh warga industri setempat.
Keluhan ini berfokus pada kualitas jalan yang sangat buruk dan tidak terawat, meskipun mereka sudah membayar sejumlah uang untuk pemeliharaan kawasan.
Salah satu keluhan utama yang disampaikan oleh para sopir truk adalah kondisi jalan di sekitar kawasan industri Terboyo yang sangat buruk.
Jalanan yang berlubang dan berdebu membuat aktivitas distribusi barang menjadi terhambat. Apalagi, saat hujan deras mengguyur kawasan industri, genangan air menghalangi jalanan dan semakin memperburuk kondisi infrastruktur yang sudah rusak.
Dalam caption Instagram akun @informasiseputarsemarang yang beredar, tertulis: "Karcis Retribusi Iuran Pemeliharaan Kawasan Apanya yang Dipelihara ???"
Caption ini mencerminkan kekecewaan warga kawasan industri, yang merasa tidak mendapatkan layanan yang sesuai dengan pembayaran yang mereka lakukan.
Pada gambar yang menyertakan genangan air di jalan, terlihat bagaimana hujan deras membuat jalan semakin sulit dilalui oleh kendaraan besar seperti truk.
Baca Juga: Kisah Pelaku Usaha Angkringan Kota Semarang, Bangkitkan Ekonomi Keluarga Lewat KUR BRI
Meskipun iuran retribusi sebesar Rp3.000 untuk setiap pickup, box, dan engkel sudah dipungut, kondisi jalan justru semakin memburuk. Hal ini memicu protes dari masyarakat yang merasa tidak mendapat manfaat langsung dari pembayaran yang mereka lakukan.
Iuran Tak Sesuai dengan Hasilnya
Keluhan lain datang dari para pemilik pabrik yang merasa bahwa iuran yang dibayar tidak mencerminkan pemeliharaan yang optimal.
Iuran tersebut seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di kawasan industri, namun kenyataannya banyak fasilitas yang belum diperbaiki. Sejumlah pekerja dan buruh juga mengeluhkan ketidaknyamanan bekerja di kawasan industri yang tidak ramah lingkungan dengan jalanan yang rusak.
Dalam sebuah posting Instagram yang beredar luas, gambar yang menunjukkan jalan berlumpur dan berlubang di kawasan industri ini mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat. Sebagian besar komentar yang muncul pun menyatakan rasa frustrasi terhadap perbedaan antara apa yang dijanjikan dan apa yang diterima oleh pengguna kawasan industri tersebut.
Kawasan industri Terboyo bukan satu-satunya kawasan industri yang menghadapi masalah serupa. Di banyak kawasan industri lainnya, keluhan mengenai pemeliharaan infrastruktur dan pengelolaan retribusi juga sering terdengar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC