- Pendaki Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), hilang di Gunung Slamet pada 27 Desember 2025 bersama temannya.
- Pencarian resmi dihentikan, namun relawan melanjutkan upaya mandiri hingga jenazah Syafiq ditemukan pada 14 Januari 2026.
- Jenazah ditemukan di kawasan Bebatuan Jurang Kali; proses evakuasi sulit dan sesuai permintaan ibu korban.
Lokasi penemuan jenazah terletak di medan yang terjal dan sulit dijangkau. Namun, dengan koordinasi dan semangat tinggi, tim relawan berhasil melakukan evakuasi jenazah melalui jalur pendakian Gunung Malang.
7. Proses Evakuasi dan Permintaan Ibu Syafiq
Sesuai informasi tim SAR di lapangan, jenazah Syafiq akan dievakuasi ke Basecamp Dipajaya dan kemudian dibawa ke RSUD Pemalang untuk pemulasaraan jenazah.
Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu 15 jam hingga ke basecamp, dilanjutkan dengan perjalanan ke rumah sakit.
Sesuai permintaan khusus dari ibu korban, Utari Januari, peti jenazah tidak akan dimatikan terlebih dahulu, agar ibu Syafiq bisa melihat anaknya untuk terakhir kali sebelum pemulasaraan. Setelah tiba di Magelang, jenazah rencananya akan disholatkan di masjid sekitar rumah dan dimakamkan di Sambung Lor, dekat makam neneknya.
Kehilangan Syafiq Ali menjadi pelajaran penting tentang kewaspadaan dan persiapan matang dalam melakukan pendakian. Selain itu, tragedi ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran relawan dalam operasi pencarian yang penuh tantangan.
Tragedi hilangnya Syafiq Ali di Gunung Slamet mengajarkan kita banyak hal tentang pentingnya keselamatan dan persiapan yang matang saat mendaki gunung. Meskipun pencarian resmi dihentikan, semangat para relawan yang tak kenal lelah terus memberikan harapan hingga akhirnya ditemukan, meskipun dalam kondisi yang tidak diinginkan.
Peran relawan yang berjuang demi kemanusiaan ini patut dihargai sebagai bentuk solidaritas yang luar biasa. Kepergian Syafiq meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan para pendaki lainnya, tetapi kisah ini akan selalu mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dan bersiap dengan lebih baik dalam menghadapi tantangan alam.
Kontributor : Dinar Oktarini
Baca Juga: Gunung Slamet Mulai Gundul, Warga Khawatir Banyumas Banjir Parah seperti Sumatera
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris