-
Penangkapan Bupati Pati dalam OTT Ketiga 2026 KPK resmi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) ketiga di tahun 2026 dengan mengamankan Bupati Pati, Sudewo (SDW).
-
Saat ini, Sudewo sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK di Polres Kudus, Jawa Tengah.
-
Tenggat Waktu Penentuan Status Hukum Sesuai dengan ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum Sudewo serta pihak-pihak lain yang terjaring dalam operasi tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Kabar penangkapan Bupati Pati, Sudewo (SDW), dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026), seolah menjadi jawaban atas doa sebagian warga yang selama ini gerah.
Penangkapan orang nomor satu di Pati ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga memicu kembali diskusi panas mengenai rekam jejak kepemimpinannya yang kerap memanen kritik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, telah mengonfirmasi bahwa, benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah sang bupati.
Namun, bagi masyarakat Pati, khususnya kalangan aktivis muda dan mahasiswa, penangkapan ini seperti bom waktu yang akhirnya meledak.
Berikut adalah sorotan tajam terhadap kebijakan-kebijakan kontroversial Sudewo yang mewarnai masa jabatannya sebelum akhirnya diciduk dan diperiksa secara intensif di Polres Kudus dirangkum redaksi.
1. Fokus Proyek "Mercusuar" di Tengah Jalan "Jeglongan Sewu"
Salah satu kritik paling pedas yang dilayangkan kepada pemerintahan Sudewo adalah prioritas anggaran yang dinilai tidak pro-rakyat.
Di saat warga Pati berteriak soal kondisi jalan yang rusak parah hingga viral dengan julukan "Wisata Jeglongan Sewu" (Seribu Lubang) Sang Bupati justru sibuk dengan proyek-proyek fisik yang bersifat monumental atau mercusuar.
Alih-alih membeton jalan desa yang menjadi urat nadi ekonomi petani, anggaran daerah kerap dialokasikan untuk renovasi gedung pemerintahan atau pembangunan tugu yang dinilai tidak mendesak.
Baca Juga: OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
Ketimpangan ini sering memicu demonstrasi mahasiswa yang merasa aspirasinya soal perbaikan infrastruktur dasar diabaikan.
2. Telinga Tebal Terhadap Kritik Mahasiswa
Gaya kepemimpinan Sudewo juga sering disorot karena dinilai anti-kritik. Beberapa kali aksi unjuk rasa yang digelar oleh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil terkait transparansi anggaran berakhir tanpa dialog yang memuaskan.
Pemindahan lokasi pemeriksaan KPK ke Polres Kudus hari ini seolah mengonfirmasi adanya ketegangan sosial di akar rumput.
KPK memilih langkah ini untuk menjaga kondusivitas, menyiratkan bahwa di Pati sendiri, figur Sudewo membelah opini publik secara tajam antara pendukung fanatik dan barisan sakit hati akibat kebijakannya.
3. Isu Mutasi Jabatan dan "Orang Dekat"
Desas-desus mengenai praktik jual beli jabatan atau penempatan "orang dekat" di posisi strategis Pemkab Pati juga santer terdengar sebelum OTT ini terjadi.
Berita Terkait
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
7 Langkah Cepat Pemprov Jateng Atasi Bencana di Jepara, Kudus, dan Pati
-
7 Fakta Banjir Bandang di Pati, Jembatan Putus hingga Tumpukan Kayu Misterius
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight