- KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo terkait dugaan jual beli jabatan perangkat desa pada 20 Januari 2026.
- KPK menduga Bupati Sudewo mematok nilai harga spesifik untuk setiap posisi jabatan perangkat desa di Pati.
- Bupati Sudewo dan tujuh orang lainnya telah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan intensif.
SuaraJawaTengah.id - Kasus dugaan korupsi jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo.
Penangkapan ini menjadi OTT ketiga KPK di awal tahun 2026, menandai komitmen lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi. Berikut adalah 5 fakta penting yang perlu diketahui terkait kasus ini:
1. Dugaan Patok Harga untuk Jabatan Perangkat Desa
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa KPK menduga Bupati Pati Sudewo mematok harga untuk setiap jabatan perangkat desa di Pati.
"Jadi, setiap jabatan itu ada nilainya juga," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Praktik ini mengindikasikan adanya sistem jual beli jabatan yang terstruktur, di mana posisi strategis di tingkat desa diperjualbelikan kepada pihak yang bersedia membayar. Hal ini tentu merusak meritokrasi dan integritas dalam tata kelola pemerintahan desa.
2. Detail Harga Akan Diungkap Pasca-OTT
KPK berjanji akan mengungkapkan detail harga yang dipatok untuk setiap jabatan perangkat desa dalam konferensi pers pengumuman tersangka pasca-OTT.
Budi Prasetyo menambahkan, "Nanti secara lengkap akan kami sampaikan. Pengisian jabatan ada di wilayah mana saja? Untuk berapa desa? Untuk berapa jabatan? Nanti kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers."
Baca Juga: Soal Kasus Korupsi DJKA, Bupati Pati Sudewo Datang Penuhi Panggilan KPK
Informasi ini sangat dinantikan untuk memberikan gambaran lengkap mengenai skala dan modus operandi dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Pati.
3. Bupati Sudewo Telah Tiba di Gedung Merah Putih KPK
Sudewo bersama tujuh orang lainnya yang turut ditangkap dalam OTT telah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Pemeriksaan ini merupakan langkah awal KPK untuk mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut dari para pihak yang terlibat.
Proses pemeriksaan intensif ini krusial untuk menentukan status hukum para terperiksa dan mengungkap jaringan korupsi yang mungkin lebih luas.
4. OTT Ketiga KPK di Awal 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Bukan LCGC! Ini 3 MPV Bekas Rp80 Jutaan Paling Nyaman dan Irit BBM, Dijamin Senyap di Tol
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo