- Banjir bandang akibat hujan deras di lereng Gunung Slamet menerjang Desa Serang dan Kutabawa, Purbalingga pada 23 Januari 2026.
- Dampak utama di Purbalingga adalah akses jalan terputus, jembatan ambruk, dan 110 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi aman.
- BPBD Purbalingga berupaya membuka akses jalan terisolasi dan menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak bencana tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Purbalingga dalam kondisi darurat! Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat (23/1/2026) telah memicu banjir bandang dahsyat yang menerjang dua desa di Kecamatan Karangreja, yakni Desa Serang dan Desa Kutabawa.
Dampak bencana ini sangat parah, mengakibatkan akses jalan terputus total, jembatan ambruk, dan ratusan warga terpaksa mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga kini berjibaku menangani situasi kritis ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Hapinindriat, menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi setelah aliran sungai meluap akibat tingginya intensitas hujan.
Akibatnya, akses jalan kabupaten menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terisolasi sepenuhnya karena tertutup material banjir berupa lumpur, batu, dan pepohonan.
Kondisi ini menyebabkan seratusan warga terdampak langsung dan sebagian di antaranya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Data sementara pengungsi di Desa Kutabawa, Dusun Bambangan RT 019 RW 05 sebanyak 14 rumah atau 21 kepala keluarga dengan 79 jiwa, serta RT 017 RW 05 sebanyak 10 kepala keluarga dengan 31 jiwa. Total pengungsi sebanyak 31 kepala keluarga atau 110 jiwa,” kata Revon di Purbalingga, Sabtu (24/1/2026).
Angka ini menunjukkan skala dampak yang tidak kecil, membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Situasi di lokasi kejadian semakin diperparah dengan putusnya jembatan Sungai Bambangan secara total akibat terjangan banjir bandang. Ini menjadi pukulan telak bagi mobilitas warga dan upaya penanganan bencana.
Selain itu, hujan lebat disertai angin kencang serta kondisi listrik padam di wilayah Gunung Malang pada Jumat malam sempat menyebabkan komunikasi terhambat, mempersulit koordinasi awal tim penolong.
Baca Juga: PLN Bergerak Cepat: Donasi Rp800 Juta dan 70 Relawan Dikerahkan untuk Korban Bencana Sumatra
BPBD Purbalingga tidak tinggal diam. Mereka telah melakukan monitoring dan penanganan awal, termasuk mengevakuasi seluruh warga terdampak.
Saat ini, BPBD berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera mendatangkan alat berat guna membuka akses jalan yang terisolasi. Bantuan logistik juga sedang disalurkan bagi warga yang mengungsi.
"Hari ini dilakukan pembukaan akses jalan serta pembersihan material banjir bersama tim gabungan,” tambah Revon.
Sementara itu, di Kabupaten Banyumas, yang juga berada di lereng Gunung Slamet, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan luapan air sungai bercampur lumpur.
Fenomena ini terjadi di aliran Sungai Kali Pangkon, objek wisata Telaga Sunyi, dan Sungai Kalipelus, Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang. Banjir lumpur tersebut terjadi sejak Sabtu (24/1) dini hari, dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 70-90 centimeter.
BPBD Kabupaten Banyumas telah memantau lokasi, dan mengimbau warga untuk sementara tidak beraktivitas di sungai. Beruntungnya, hingga Sabtu pagi, luapan air di Banyumas dilaporkan telah surut dan tidak ada laporan kerusakan permukiman maupun korban jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis