- Bencana alam di empat kabupaten/kota Jawa Tengah (Tegal, Banyumas, Magelang, Kota Magelang) memaksa penutupan sementara objek wisata.
- Di Kota Magelang, angin kencang di Gunung Tidar menyebabkan satu korban meninggal dan empat lainnya mengalami luka-luka.
- Kerusakan infrastruktur pariwisata, seperti jembatan hanyut di Guci, terjadi akibat banjir bandang di wilayah terdampak.
SuaraJawaTengah.id - Bencana alam tak henti-hentinya melanda Jawa Tengah. Akibat cuaca ekstrem berupa banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung, setidaknya empat kabupaten/kota di provinsi ini terpaksa menutup sementara objek wisata mereka.
Situasi ini tidak hanya merugikan sektor pariwisata, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, menjadi peringatan keras akan dampak perubahan iklim.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jateng, AR Hanung Triyono, di Semarang, Senin (27/1/2026) menyampaikan bahwa empat daerah yang terdampak langsung adalah Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang.
"Data ini bergerak, statusnya per 25 Januari 2024," katanya, dikutip dari ANTARA.
Kabupaten Tegal: Kawasan Wisata Guci Porak-poranda Diterjang Banjir Bandang
Wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kabupaten Tegal. Banjir bandang Sungai Gung menerjang Kawasan Wisata Guci pada 24 Januari lalu.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
"Tiga jembatan penyeberangan hanyut, serta saluran pipa air hangat ikut rusak," jelas Hanung.
Akibatnya, beberapa objek wisata populer seperti Pancuran 13, Kolam Barokah, Pancuran 5, Kolam Guciku, Kolam GTA, dan Serwiti Paradise terpaksa ditutup sementara.
Baca Juga: Waspada! Semarang dan Jawa Tengah Diprediksi Dilanda Hujan Lebat Disertai Petir Hari Ini
Kabupaten Banyumas: Lokawisata Baturraden Terdampak Luapan Sungai
Tak jauh berbeda, banjir bandang juga melanda Kabupaten Banyumas akibat meluapnya Sungai Kali Pangkon, yang berdampak pada kawasan Lokawisata Baturraden.
Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah infrastruktur di area wisata rusak. Beberapa spot wisata ikonik seperti Telaga Sunyi, Curug Bayan, dan Curug Tirta Sela kini ditutup sementara demi keamanan pengunjung.
Kota Magelang: Angin Kencang di Gunung Tidar Renggut Nyawa
Di Kota Magelang, cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda kawasan Tempat Ziarah Gunung Tidar. Bencana ini bukan hanya merusak, tetapi juga merenggut nyawa.
"Dua pohon pinus roboh mengakibatkan satu orang meninggal dan empat orang luka-luka," ungkap Hanung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Lanjutan Sidang PT Sritex: Saksi Tegaskan Pengajuan Kredit Sesuai Mekanisme Internal Bank
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Tutup Rangkaian Uji Coba vs Persibangga, Ini Catatan Stefan Keeltjes
-
Promo Ramadan BRI: Solusi Hemat untuk Agenda Ngabuburit dan Bukber