Dua figur yang konsisten membangun fondasi sepak bola Jawa Tengah dari akar rumput, yakni Muhammad Ridwan dan Yoyok Sukawi. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
- Muhammad Ridwan dan Yoyok Sukawi konsisten membangun fondasi sepak bola usia dini di Jawa Tengah.
- Pembinaan diperkuat melalui Liga MJM dan rangkaian kompetisi rutin seperti Piala Yoyok Sukawi.
- Kedua tokoh tersebut hadir dalam Grand Final U-18 Liga MJM pada Ahad, 8 Februari 2026.
Kontribusi Muhammad Ridwan dan Yoyok Sukawi memang jarang menjadi sorotan utama.
Namun melalui pembinaan usia dini yang konsisten dan berkelanjutan, keduanya telah membantu membangun fondasi kuat bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Model pembinaan yang berjalan di Jawa Tengah ini pun layak menjadi referensi bagi daerah lain.
Bahwa prestasi jangka panjang akan lahir dari proses panjang yang dimulai dari akar rumput.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Cuaca Semarang Hari Ini Diprakirakan Berawan, BMKG Minta Warga Tetap Pantau Perubahan Kondisi
-
Harga Telur Anjlok hingga Rp17 Ribu per Kg, Peternak Temanggung Klimpungan
-
Borobudur Ubah Konsep Liburan, Tak Sekadar Jalan-jalan tapi Belajar Budaya hingga Refleksi Diri
-
Widodo Buka Jalan Talenta Lokal ke Tim Utama PSIS,8 Pemain Berpeluang Direkrut
-
Studi 12 Tahun Ungkap PLTU Batang Jadi Habitat 465 Spesies, BPI Luncurkan Buku Biodiversitas