- BMKG menetapkan status siaga curah hujan tinggi di Jawa Tengah pada Dasarian II Februari 2026, mengantisipasi bencana hidrometeorologi.
- Beberapa wilayah seperti Tegal dan Cilacap diprediksi mengalami hujan sangat lebat (200-300 mm per dasarian).
- Selain hujan lebat, BMKG memproyeksikan gelombang laut tinggi di selatan Jawa Tengah pada 11 hingga 13 Februari 2026.
SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini serius bagi sebagian besar wilayah Jawa Tengah.
Status siaga curah hujan tinggi ditetapkan untuk Dasarian II Februari 2026, memicu alarm bagi pemerintah daerah dan jutaan warga akan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang mengintai.
Peringatan ini bukan sekadar informasi cuaca, melainkan ujian nyata bagi sistem mitigasi dan respons kebencanaan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengonfirmasi bahwa seluruh wilayah Jawa Tengah kini berada di puncak musim penghujan. Ancaman ini menjadi lebih konkret dengan proyeksi curah hujan yang signifikan dalam waktu dekat.
“Memasuki Dasarian II Februari 2026 (11-20 Februari), seluruh wilayah Jawa Tengah berada pada musim hujan. Beberapa daerah masuk kategori siaga curah hujan tinggi dengan potensi curah hujan 200-300 milimeter per dasarian,” katanya di Cilacap, Kamis.
Secara spesifik, BMKG telah memetakan wilayah-wilayah kritis yang memerlukan perhatian ekstra. Wilayah dengan status Siaga, yang diprediksi akan diguyur hujan paling lebat, meliputi Kota Tegal serta Kabupaten Tegal, Jepara, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara. Zona ini merupakan kawasan padat penduduk dan beberapa di antaranya memiliki riwayat bencana banjir serta longsor, sehingga peringatan ini menjadi krusial.
Tidak hanya itu, sejumlah daerah strategis lainnya masuk dalam kategori Waspada dengan potensi curah hujan 150-200 milimeter per dasarian. Wilayah ini mencakup pusat-pusat ekonomi dan pemerintahan seperti Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, hingga kawasan industri dan agrikultur di Kabupaten Pati, Kudus, Demak, Kendal, dan lainnya. Peringatan berjenjang ini menunjukkan bahwa dampak cuaca ekstrem dapat meluas dan memengaruhi stabilitas regional secara keseluruhan.
Teguh Wardoyo menjelaskan, meskipun fenomena iklim global seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau netral, dinamika atmosfer regional masih sangat aktif dalam memicu pembentukan awan hujan masif di atas Jawa Tengah. Kondisi ini secara langsung meningkatkan risiko bencana di area-area rentan, terutama di wilayah perbukitan, sepanjang daerah aliran sungai (DAS), serta kawasan perkotaan dengan sistem drainase yang sering kali kewalahan.
Seruan BMKG kini tertuju langsung pada para pemangku kebijakan di daerah. Kesiapan aparat, infrastruktur pengendali banjir, serta jalur evakuasi menjadi sorotan utama. Masyarakat menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah sebagai respons atas peringatan ilmiah yang telah diberikan.
Baca Juga: Waspada! Semarang Diprediksi Diguyur Hujan Ringan Disertai Petir Hari Ini, BMKG Beri Peringatan Dini
“Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran air, serta terus memantau informasi resmi BMKG agar dapat melakukan langkah mitigasi lebih dini,” tegasnya.
Imbauan ini menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana pemerintah proaktif dalam melindungi warganya, bukan sekadar reaktif setelah bencana terjadi.
Di sisi lain, ancaman tidak hanya datang dari darat. BMKG juga memproyeksikan gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah pada periode 11–13 Februari 2026. Peringatan ini berdampak langsung pada sektor perikanan dan transportasi laut, menuntut kewaspadaan ekstra dari para nelayan dan operator jasa kelautan untuk menghindari risiko kecelakaan.
“BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi lainnya,” kata Teguh Wardoyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Gubernur Luthfi Beri Peringatan Keras Jelang Ramadan 2026: Jangan Sampai Ada Permainan Harga!
-
Kunci Jawaban Buku Pelajaran IPA SMP/MTS Kelas 9 Halaman 150 Kurikulum Merdeka
-
7 Kafe dan Restoran Terbaik di Semarang untuk Valentine, Rating Tinggi dan Masih Buka
-
Dorong Ekonomi Desa, BRI Jadikan Koperasi Merah Putih Ujung Tombak Keuangan Digital
-
Jarang Disorot Publik, Ini Dua Sosok di Balik Hidupnya Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Jawa Tengah