- Penembakan terjadi Sabtu malam, 14 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, di rumah Amat Muzakhin, suami anggota DPRD di Pekalongan.
- Polisi memastikan pelaku menggunakan senjata api; proyektil ditemukan memantul di teras rumah korban saat olah TKP.
- Korban menduga insiden ini adalah intimidasi terkait kasus dugaan penculikan pedagang martabak yang sedang ia kawal.
Pelaku terlihat mengenakan jaket kulit hitam dan masker, yang semakin menyulitkan proses identifikasi. Ia sempat memasuki halaman rumah yang saat itu dalam kondisi pagar terbuka, lalu berputar arah sebelum melepaskan tembakan.
Setelah menembak, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Polisi menduga aksi tersebut sudah direncanakan sebelumnya, termasuk pemetaan lokasi.
4. Kronologi Kejadian Bermula Saat Korban Baru Pulang Beraktivitas
Korban, Amat Muzakhin, menjelaskan bahwa sebelum kejadian ia sempat keluar rumah untuk membeli kebutuhan dan melakukan aktivitas sosial, termasuk menyalurkan bantuan banjir.
Ia kembali ke rumah sekitar pukul 20.30 WIB. Tak lama kemudian, dua tamu datang untuk berkunjung. Situasi berubah ketika salah satu tamu keluar rumah untuk membeli rokok.
Saat itulah pelaku datang menggunakan sepeda motor, berhenti sejenak di depan rumah, lalu langsung melepaskan satu tembakan sebelum melarikan diri.
Korban sempat mempertimbangkan untuk mengejar pelaku, namun mengurungkan niat karena khawatir pelaku masih membawa senjata api.
5. Polisi Menduga Aksi Ini Mengarah pada Teror atau Intimidasi
Kapolres Pekalongan menyatakan bahwa indikasi awal mengarah pada aksi teror atau intimidasi. Hal ini didasarkan pada arah tembakan yang tidak langsung menyasar korban, melainkan ke bagian atas bangunan.
Baca Juga: Ketua Komisi E DPRD Jateng Buka-bukaan Soal Tupoksi Dewan ke Mahasiswa Unnes, Ini yang Dibahas
Polisi menduga tujuan utama pelaku bukan untuk langsung melukai, tetapi memberikan pesan tertentu atau menimbulkan rasa takut.
Untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan, polisi telah meningkatkan pengamanan di sekitar rumah korban dan menempatkan personel yang berjaga selama 24 jam.
6. Korban Menduga Ada Kaitan dengan Kasus yang Sedang Ia Kawal
Amat Muzakhin mengungkapkan keyakinannya bahwa penembakan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan penculikan pedagang martabak yang sedang ia dampingi.
Ia bahkan menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat publik dalam kasus tersebut. Menurutnya, ia memiliki petunjuk dan keterangan dari korban penculikan yang memperkuat dugaan tersebut.
“Keyakinan saya besar,” ujar Muzakhin dalam wawancara melalui sambungan video.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Duh! 681 Kendaraan KDKMP Temanggung Sudah Tiba, Koperasi Belum Beroperasi