- Pada awal Ramadan, siswa di Magelang dan Tangerang menerima paket Makanan Bergizi Gratis dengan porsi sangat minim.
- Menu berisi susu, roti, dan kurma itu dinilai tidak sebanding dengan alokasi anggaran negara sebesar Rp11.500 per porsi.
- Hal ini memicu kekecewaan orang tua sekaligus kecurigaan masyarakat terkait transparansi tata kelola anggaran program pemerintah tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Tidak ada urusan yang lebih sensitif dibanding makan anak. Jadi ketika isi satu kotak Makanan Bergizi Gratis terasa terlalu minimalis untuk harga yang ditetapkan, wajar jika yang muncul bukan sekadar kecewa.
Padahal ini baru hari pertama anak-anak masuk sekolah setelah libur awal puasa. Hari pertama anak-anak menerima porsi makan bergizi “menu spesial” Ramadan.
Menu makan bergizi dari Magelang hingga Pasar Kemis, Tangerang, rata-rata sama: Sekotak kecil susu UHT, roti warungan ukuran kecil, tiga butir kurma, serta pisang atau jeruk.
Sederhana sekali. Bahkan terlalu sederhana untuk menu makan yang katanya dianggarkan Rp11.500 per porsi.
“Ini loh cecunguk-cecunguk ngasih makanan MBG nggak sesuai dan ora bejaji. Mosok harga Rp11.500 siswa cuma dikasih kurma 3 biji dan roti 2 biji,” teriak Yusuf, warga Magelang lewat status WhatsApp.
Seizin Yusuf, saya kutip kerasahannya. Bagaimana ia mangkel program besar Presiden Prabowo Subianto mencle dari tujuan begitu sampai ke bawah.
Yusuf masih berprasangka baik bahwa ada SPPG memberikan menu layak untuk siswa. Tapi dapur makan bergizi di daerahnya dianggap sudah kelewatan.
“Bila SPPG kok hanya ngasih kurma tiga biji, roti jajan pasar dua jenis dengan harga Rp11.500, logika anda bagaimana? Itu harga Rp5.000 udah dapat. Kalau mau korupsi sing rodo pinter dikit lah,” ujar Yusuf kesal.
Porsi Minimalis
Baca Juga: Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
Biar adil, coba kita hitung berapa harga asli seporsi MBG yang diterima anak Yusuf. Kebetulan ada juga dia posting fotonya lewat WA.
Di situ ada foto roti isi ayam cincang yang biasa dijual di warung seharga Rp1.000. Satunya lagi roti bolen isi pisang yang umumnya dijual Rp2.000.
Dari foto juga terlihat kurma yang diberikan bukan kualitas premium. Boleh jadi kurma curah yang harga eceran tertingginya Rp40.000 per kilogram.
Jadi perkiraan total harga per porsi—sesuai foto—hampir sama dengan taksiran yang disebut Yusuf. “Cara mudah nangkap cecunguk dalam MBG. Berikan MBG dalam bentuk uang cash ke setiap siswa. Apabila ada pihak yang menolak, itulah cecunguknya.”
Di tempat lain, masih di Magelang, hari ini anak-anak TK menerima porsi makan bergizi gratis yang menunya mirip-mirip. Roti warungan, sekotak kecil susu UHT, dan sebiji pisang Cavendish.
Sedangkan kakaknya yang duduk di bangku sekolah dasar, dapat porsi tambahan satu plastik kecil kacang polong tepung. Silakan hitung berapa harga seporsi MBG yang mereka terima hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Saksi Bongkar Fadia Arafiq Jadi Sumber Modal PT RNB, Ada Aliran Uang Rp1,7 Miliar
-
Banjir Masih Menghadang, Pengamat Kritik Pembangunan Kota Semarang: Cuma Reaksi Sesaat?
-
Terjebak di Tengah Api, ART dan Dua Balita Jadi Korban Kebakaran Rumah di Semarang
-
Aksi Kejar Pelaku Curanmor Berakhir di Karanganyar, Berikut Kronologi Lengkapnya
-
Dorong Koperasi dan Ekonomi Kerakyatan, Dirut BRI Dianugerahi Bakti Koperasi Pradana Nayaka