- Benteng Pendem Cilacap dibangun Belanda antara 1861–1879 sebagai pertahanan pantai yang ditimbun tanah untuk kamuflase.
- Benteng seluas 10,5 hektare ini memiliki 102 bangunan peninggalan Belanda dan Jepang dengan metode konstruksi berbeda.
- Sejak ditetapkan cagar budaya tahun 2010, benteng ini dikelola mandiri dan menjadi destinasi wisata populer saat libur Lebaran.
SuaraJawaTengah.id - Benteng Pendem di Cilacap, Jawa Tengah, bukan sekadar bangunan tua yang terkubur tanah. Lebih dari itu, ia adalah narasi visual tentang strategi pertahanan kolonial dan jejak dua kekuatan penjajah yang pernah menduduki Nusantara.
Terletak strategis di pesisir selatan Pulau Jawa, benteng ini menawarkan pengalaman sejarah yang mendalam, sekaligus menjadi destinasi menarik bagi para pemudik dan wisatawan yang mencari alternatif liburan edukatif.
Dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda antara tahun 1861 hingga 1879, Benteng Pendem memiliki nama asli "Kussbatterijj op de Lantong te Tjilatjap".
Namun, masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan sebutan "Pendem" karena konstruksinya yang unik. "Karena bangunannya ditimbun tanah, masyarakat menyebutnya benteng dipendem,” ujar Sub Koordinator Lapangan Benteng Pendem Cilacap, Aris dikutip dari ANTARA.
Metode penimbunan ini bertujuan untuk menyamarkan keberadaan benteng dari pandangan musuh, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari sistem pertahanan laut Belanda untuk melindungi Pelabuhan Alam Cilacap yang kala itu merupakan jalur transportasi utama.
Benteng ini merupakan lapis kedua pertahanan, melengkapi benteng yang lebih dulu berdiri di Nusakambangan. Posisinya yang menjorok ke laut menyerupai lidah, dimanfaatkan secara optimal untuk mengawasi pergerakan kapal musuh.
Keunikan Benteng Pendem semakin terasa dengan keberadaan 102 bangunan peninggalan Belanda dan Jepang di dalamnya.
"Kalau Belanda membangun dulu baru ditimbun, kalau Jepang membuat lubang dulu baru dibangun,” jelas Aris, menyoroti perbedaan metode konstruksi antara kedua penjajah.
Perbedaan material juga kentara; Belanda menggunakan batu bata dengan beragam ukuran dan warna, sementara Jepang memilih beton yang lebih modern untuk struktur pertahanan mereka.
Baca Juga: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Rombongan Pejabat Dibawa KPK ke Jakarta Naik Kereta
Di dalam benteng seluas 10,5 hektare ini, pengunjung dapat menjelajahi berbagai fasilitas militer seperti barak prajurit, ruang logistik, hingga penjara dengan dinding setebal 2,5 meter yang mampu menampung 30 tahanan.
Salah satu daya tarik utama adalah terowongan sepanjang 150 meter yang dilengkapi ruang meriam dan empat pintu masuk serta satu pintu keluar darurat menuju laut.
"Di sana ada empat pintu masuk dan satu pintu keluar menuju arah laut untuk kondisi darurat,” kata Aris, membantah mitos terowongan yang menghubungkan benteng ini dengan Nusakambangan.
Ditetapkan sebagai cagar budaya nasional pada tahun 2010, Benteng Pendem kini dikelola secara mandiri dengan biaya operasional yang berasal dari tiket masuk pengunjung. Meskipun sepi selama bulan Ramadhan, benteng ini selalu ramai diserbu wisatawan saat libur Lebaran.
"Kalau Lebaran bisa sekitar 500 sampai 1.000 pengunjung per hari,” ungkap Aris.
Mayoritas pengunjung berasal dari Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, bahkan Jakarta, yang tertarik dengan spot foto menarik seperti terowongan, barak, penjara, dan kehadiran rusa yang berkeliaran bebas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa
-
Kendal Tornado FC Hadapi PSS Sleman, Stefan Keeltjes Uji Mental Bertanding Pemain
-
Sidang Korupsi Bupati Cilacap: Pejabat Mengaku Patungan THR Forkopimda dari Uang Pribadi
-
Misteri Kematian Bos Konter HP Ambarawa, Ditemukan Luka di Kepala, Pelat Nomor Berlumur Darah
-
Hanya Bayar Enam Kali Angsuran, Debitur Bank Pollux Ini Divonis 2 Tahun Penjara