Budi Arista Romadhoni
Rabu, 01 April 2026 | 08:44 WIB
Ilustrasi kampus Unissula Semarang. [Dok Unissula]
Baca 10 detik
  • Ketua HMI Korkom Sultan Agung, Aldi Maulana, diculik dan dianiaya orang tidak dikenal di Semarang, Senin (30/3/2026).
  • Insiden tersebut diduga sebagai bentuk intimidasi terhadap Aldi atas perannya mendampingi kasus pelecehan seksual di Unissula.
  • Korban telah menjalani visum dan pihak HMI berencana melaporkan tindakan kekerasan tersebut kepada pihak Polda Jawa Tengah.

Menyikapi tindakan penculikan dan penganiayaan ini, Tegar menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melaporkan kasus ini ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah. Saat ini, Aldi Maulana telah menjalani visum sebagai bagian penting dari proses hukum untuk mengumpulkan bukti-bukti.

Sementara itu, berkaitan dengan kasus pelecehan seksual yang menjadi latar belakang insiden ini, proses hukumnya juga masih berjalan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jateng. Terpantau, pada Selasa pagi, korban pelecehan kembali datang ke Polda untuk undangan klarifikasi.

Kondisi korban pelecehan yang sedang didampingi HMI Unissula dilaporkan masih mengalami trauma mendalam, terutama ketika mengingat kejadian tersebut. “Takut juga dia, sampai sekarang masih trauma,” ungkap Tegar.

“Kalau bertemu pelaku, masih ada yang sampai menangis,” imbuhnya, menggambarkan dampak psikologis yang berat.

Kasus penculikan dan penganiayaan terhadap Aldi Maulana ini menambah daftar panjang kekhawatiran terkait keamanan aktivis mahasiswa dalam mengawal isu kekerasan seksual.

Para mahasiswa dan pendamping korban berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut, menangkap para pelaku, dan memberikan perlindungan maksimal kepada para korban maupun pendampingnya agar keadilan dapat ditegakkan tanpa intimidasi.

Load More